- Pada Sabtu malam (7/3/2026), Iran melancarkan serangan udara besar-besaran ke Israel, memicu eskalasi konfrontasi langsung antara kedua negara.
- Serangan Iran menggunakan rudal klaster, yang memberikan tantangan signifikan bagi sistem pertahanan udara Israel seperti Iron Dome dan Arrow.
- Dampak serangan ini meliputi kepanikan massal warga dan gejolak harga minyak dunia, mengancam stabilitas geopolitik kawasan Timur Tengah.
Suara.com - Kondisi keamanan di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah gelombang serangan udara besar-besaran melanda wilayah Israel.
Langit Yerusalem dilaporkan membara pada Sabtu (7/3/2026) malam waktu setempat, dipenuhi dengan kilatan cahaya dari ledakan keras yang mengguncang seantero kota.
Serangan ini menandai eskalasi signifikan dalam konfrontasi langsung antara Teheran dan Tel Aviv, yang memicu kepanikan massal di pusat-pusat populasi besar.
Suara sirine peringatan serangan udara meraung-raung tanpa henti di seluruh penjuru Israel, termasuk di kota-kota besar seperti Tel Aviv dan Yerusalem.
Warga diperintahkan untuk segera mencari perlindungan di bunker-bunker bawah tanah saat proyektil-proyektil dari arah timur mulai memasuki ruang udara Israel.
Pemandangan langit yang biasanya gelap kini berubah menjadi jingga dan merah akibat pertemuan antara rudal penyerang dan sistem intersepsi pertahanan udara.
Militer Israel (IDF) memberikan konfirmasi segera mengenai situasi darurat ini. Melalui pernyataan resminya, pihak militer menyatakan bahwa "Ledakan keras terdengar di Yerusalem setelah Iran meluncurkan gelombang rudal ke arah Israel."
Teknologi Rudal Klaster dan Ancaman Sub-Amunisi
Hal yang paling mengkhawatirkan dari serangan kali ini adalah penggunaan rudal klaster oleh pihak Iran.
Baca Juga: Timur Tengah Memanas, Panglima TNI Perintahkan Prajurit Siaga 1
Berbeda dengan rudal balistik konvensional yang membawa satu hulu ledak tunggal, rudal klaster dirancang untuk melepaskan puluhan hingga ratusan sub-amunisi atau bom kecil di area yang luas sebelum mencapai tanah.
Hal inilah yang menyebabkan langit Yerusalem tampak membara dengan banyak titik ledakan yang terjadi secara simultan.
Penggunaan jenis senjata ini menciptakan tantangan luar biasa bagi sistem pertahanan udara Arrow dan Iron Dome milik Israel.
Meskipun teknologi intersepsi Israel dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia, volume rudal yang masuk dalam waktu singkat memaksa sistem tersebut bekerja melampaui kapasitas normalnya.
IDF mengklaim telah berhasil mencegat sebagian besar ancaman tersebut, namun beberapa ledakan tetap terjadi di area terbuka dan pemukiman.
Dalam suasana mencekam tersebut, otoritas keamanan terus memperbarui informasi kepada publik.
Berita Terkait
-
Timur Tengah Memanas, Panglima TNI Perintahkan Prajurit Siaga 1
-
Radar THAAD di Yordania Hancur, Kerugian AS Tembus Rp 33,8 Triliun
-
Defisit APBN Tembus Rp 135 Triliun, Program-program Ini Terancam Kena Dampak
-
Profil Qatar Airways: Maskapai Cetak Rekor Laba Fantastis, Kini Tertekan Perang
-
Krisis Ekologi yang Terabaikan di Balik Rudal Perang AS-Israel dan Iran
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Investor Masih Senang Ambil Cuan, IHSG Tersungkur ke Level 6.300
-
Kejati Geledah Kantor Dinas Pendidikan Riau, Bawa Tiga Boks Dokumen
-
Krisis Air dan Perubahan Iklim Mengintai, Amdatara Desak Pabrik AMDK Segera Jadi Industri Hijau
-
Jakarta Mau Pungut Pajak Mobil Listrik, Penjualan Mobil Nasional Tetap Aman
-
Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Tanamkan Karakter dan Wawasan Anak
-
Gen Z dan Sertifikat Online: Investasi Skill atau Sekadar Koleksi?
-
BRI Gelontorkan Rp70 Juta untuk Korban Kebakaran Pasar Parluasan
-
PKB Soroti Penurunan Jumlah Santri, Ijtima Ulama Bahas Masa Depan Pesantren
-
BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 Lewat Edukasi untuk Siswa SD
-
Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Bekali Siswa SD dengan Edukasi Karakter