-
Iran meluncurkan gelombang rudal ke-28 yang menyasar pangkalan Amerika Serikat dan wilayah pendudukan.
-
Penggunaan rudal Qadr berhulu ledak cluster dan Emad satu ton menandai peningkatan eskalasi.
-
Operasi ini merupakan aksi balasan atas kematian Ayatollah Khamenei dan kerusakan infrastruktur Iran.
Rudal Emad tersebut diketahui menggendong hulu ledak berat dengan bobot mencapai sekitar satu ton per unitnya.
Langkah ofensif ini merupakan jawaban atas kampanye militer besar-besaran yang dipicu oleh pihak Zionis dan Amerika.
Konfrontasi memanas setelah insiden pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, pada 28 Februari lalu.
Tragedi tersebut juga merenggut nyawa sejumlah komandan militer senior serta warga sipil dalam sebuah operasi serangan.
Serangan udara lawan sebelumnya telah menyasar titik-titik militer dan kawasan pemukiman di seluruh penjuru wilayah Iran.
Agresi tersebut mengakibatkan jatuhnya banyak korban jiwa serta kerusakan fasilitas infrastruktur yang sangat masif di sana.
Angkatan Bersenjata Iran merespons tindakan tersebut dengan melancarkan operasi balasan yang terorganisir secara sistematis.
Mereka membidik posisi strategis milik Amerika dan Israel yang tersebar di wilayah pendudukan maupun pangkalan regional.
Kombinasi antara gelombang rudal balistik dan pesawat tanpa awak atau drone menjadi instrumen utama dalam perlawanan.
Baca Juga: Lautan Manusia Saksikan Sumpah Setia Mojtaba Khamenei Pemimpin Revolusi Islam Baru di Teheran
Situasi di lapangan masih sangat dinamis seiring dengan terus berlangsungnya peluncuran proyektil dari wilayah kedaulatan Iran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Profil Praka Rico Pramudia, Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon
-
Circle Korupsi Sulit Dibongkar? Eks Penyidik KPK Ungkap Peran Loyalitas dan Skema Berlapis
-
Daftar 4 TNI Gugur di Lebanon, Terakhir Praka Rico Pramudia
-
AS Siapkan Imbalan Rp172 Miliar Buru Hashim Al-Saraji Tokoh KSS Terduga Penyerang Fasilitas Diplomat
-
KPK Usul Capres Harus dari Kader Partai, Golkar: Ideal, Tapi Jangan Tutup Pintu untuk Figur di Luar
-
Rudy Masud Didemo di Kaltim, Sekjen Golkar Ingatkan Kader: Peka ke Rakyat, Hindari Gaya Hidup Mewah
-
Cara Mudah Membuat Nama dari Your Name In Landsat NASA Secara Gratis
-
Ukraina Terancam Krisis Senjata Akibat Amerika Serikat Terlalu Fokus Urus Perang Iran
-
Amerika Serikat Kirim Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah, Tekan Iran Percepat Negosiasi Damai
-
Italia Ganti Patung Yesus yang Dirusak Tentara Israel di Lebanon