- Presiden Prabowo berterima kasih atas tausiah Quraish Shihab saat peringatan Nuzulul Qur'an di Istana Negara pada Selasa (10/3/2026).
- Prabowo menekankan bahwa kepemimpinan adalah takdir untuk menegakkan keadilan, kejujuran, serta kesejahteraan rakyat.
- Quraish Shihab berpesan pentingnya keadilan tanpa pandang bulu, mencontoh pidato Sayyidina Abu Bakar saat dilantik.
Quraish mengatakan kedilan memiliki banyak definisi, semisal menempatkan segala sesuatu pada tempatnya hingga memberikan pemilih hak-haknya dengan cara yang terbaik dan tercepat.
"Dan ada lagi satu. Ketika Plato berdiskusi dengan filosof-filosof pada masanya. Ada yang memberi definisi keadilan.Katanya keadilan adalah keberpihakan kepada yang kuat. Plato tidak setuju. Tapi sebahagian ulama Islam setuju," kata Quraish.
Ia bercerita mengenai sambutan yang disampaikan Sayyidina Abu Bakar ketika dilantik menjadi pemimpin umat Islam.
"Sambutannya berkata demikian. Singkatnya. Saya bukan orang yang terbaik diantara kamu. Kalau saya benar, bantu saya. Kalau saya keliru, luruskan saya," ujar Quraish.
"Baru dia katakan, yang kuat di antara kamu, lemah di sisiku sampai aku mencabut hak orang lain yang diambilnya. Yang lemah, kuat di sisiku sampai aku mengembalikan haknya kepadanya yang diambil oleh yang kamu namai kuat," kata Quraish.
Menurut Quraish pemikiran sebagaimana disampaikan Abu Bakar dalam pidatonya ketika diangkat sebagai pemimpin perlu diterapkan oleh seorang kepala negara. Ia lantas berpesan kepada Prabowo.
"Bapak Presiden, kalau ini kita terapkan, keadilan dan kedamaian akan tercapai. Niat bapak untuk memberantas korupsi dapat dilakukan dengan adil melalui pemahaman Sayyidina Abu Bakar," kata Quraish.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok
-
Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran