- Iran dilaporkan mulai memasang ranjau di Selat Hormuz, mengancam 20 persen distribusi minyak mentah dunia.
- Ancaman serangan IRGC dan penempatan ranjau memaksa jalur pelayaran strategis tersebut tertutup efektif.
- Penempatan ranjau di perairan sempit ini berpotensi menyebabkan kekacauan pelayaran internasional dan dampak ekonomi global.
Suara.com - Langkah Iran yang dilaporkan mulai menebar ranjau di perairan Selat Hormuz memunculkan ancaman serius bagi lalu lintas maritim.
Seorang pakar militer menegaskan bahwa manuver ini menghadirkan tantangan besar bagi armada mana pun yang berencana melintasi jalur perairan vital tersebut.
Berdasarkan informasi dari sejumlah sumber, proses pemasangan ranjau oleh Iran di Selat Hormuz yang menjadi urat nadi bagi distribusi sekitar 20 persen minyak mentah dunia telah dimulai.
Kondisi ini kian memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeluarkan ancaman keras akan menyerang kapal apa pun yang nekat melintas.
Imbasnya, sejak awal terjadinya perang, jalur pelayaran strategis ini secara efektif telah ditutup.
Menanggapi krisis kelautan ini, Pensiunan Mayor Jenderal AS, Mark MacCarley, menyoroti kondisi geografis Selat Hormuz yang pada dasarnya sudah sempit, yakni hanya berjarak 20 hingga 24 mil di titik tersempitnya.
Menurutnya, penempatan ranjau di area tersebut dipastikan dapat memicu kekacauan besar bagi sistem pelayaran internasional.
“Kapal-kapal itu harus menghindari ranjau, dan ranjau itu sendiri, penempatan ranjau tersebut, menciptakan tantangan bagi operator kapal,” ungkap MacCarley dikutip dari CNN International, Rabu (11/3/2026).
Ia menambahkan, “ancaman mematikan dari bahan peledak itu secara tidak langsung akan mengarahkan kapal-kapal itu ke jalur yang sangat sempit," katanya.
Baca Juga: Iran Berhasil Ekspor Minyak Mentah ke China, Lolos dari Serangan AS-Israel
Skenario terburuknya, jenderal purnawirawan itu membeberkan bahwa skala kerusakan dan dampaknya bisa berlipat ganda jika sampai ada kapal yang menjadi korban ledakan.
“Ada potensi benturan antara kapal tanker minyak dan ranjau-ranjau itu, dan potensi signifikan untuk memblokir sebagian Selat Hormuz, jika dua atau tiga kapal tanker besar itu benar-benar dihancurkan,” jelasnya.
Adapun dampak tertutupnya rute distribusi minyak akibat bangkai kapal maupun ranjau tersebut.
“tidak hanya berdampak di tingkat regional, tetapi juga akan berdampak signifikan pada perekonomian sebagian besar negara di dunia," pungkas MacCarley.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda