- Rumor penyebutan Netanyahu diselundupkan ke Berlin memicu demonstrasi di Jerman menuntut penangkapan berdasarkan hukum internasional.
- Otoritas Jerman membantah keras keberadaan Perdana Menteri Israel tersebut, menyatakan pesawat hanya singgah karena alasan teknis.
- Bukti foto resmi menunjukkan Netanyahu tetap beraktivitas di Israel untuk membantah spekulasi pelarian akibat ancaman keamanan.
Sebagai negara anggota yang meratifikasi Status Roma, Jerman secara hukum memiliki kewajiban untuk mengeksekusi surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh ICC.
Dinamika ini membuat isu kehadiran pesawat Wing of Zion di Berlin menjadi sangat sensitif secara diplomatik dan hukum bagi pemerintahan Kanselir Olaf Scholz.
Bantahan Resmi dan Misteri Wing of Zion
Menanggapi kegaduhan yang terjadi, otoritas Jerman akhirnya memberikan klarifikasi. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, yang memberikan keterangan secara anonim, membantah dengan tegas bahwa Benjamin Netanyahu berada di dalam pesawat yang mendarat tersebut.
Menurut keterangan resmi tersebut, pesawat pemerintah Israel itu tidak membawa sang Perdana Menteri untuk kunjungan kenegaraan maupun perlindungan.
Pihak kementerian menjelaskan bahwa kehadiran pesawat tersebut di Bandara Brandenburg murni karena alasan teknis logistik.
Pesawat ini hanya "numpang parkir" di wilayah Jerman sebelum melanjutkan operasionalnya. Penjelasan ini berusaha meredam ketegangan publik yang menuntut penangkapan segera terhadap Netanyahu.
Senada dengan otoritas Jerman, laporan dari Euro News juga menyatakan bahwa tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa Netanyahu berada di Jerman.
Investigasi jurnalistik menunjukkan bahwa aktivitas Netanyahu di dalam negeri Israel masih terpantau melalui berbagai dokumentasi resmi yang dirilis oleh kantor perdana menteri.
Baca Juga: Borok Israel Terungkap, Rezim Zionis Diduga Tutup-tutupi Kehancuran dan Korban Jiwa Serangan Iran
Bukti Keberadaan Netanyahu di Israel
Untuk mematahkan rumor pelarian tersebut, pihak Israel merilis sejumlah dokumentasi aktivitas terbaru Netanyahu.
Foto-foto pria yang sudah menjabat sebagai Perdana Menteri Israel sejak tahun 2009 ini beredar luas untuk menunjukkan bahwa dirinya masih berada di pusat komando Israel.
Pada Minggu (8/3), Netanyahu memublikasikan foto dirinya yang tengah melakukan koordinasi dengan pejabat tinggi militer dan intelijen. Dalam foto tersebut, ia tampak bersama Kepala Staf IDF (pasukan pertahanan Israel) dan Direktur Mossad.
Publikasi foto ini muncul hanya berselang beberapa jam setelah rumor pelariannya ke Jerman mencapai puncak viralitas di media sosial.
Pada hari yang sama, Netanyahu juga dilaporkan tampak berada di atap sebuah gedung di Kirya, kompleks markas militer di Tel Aviv.
Tidak berhenti di situ, sehari setelahnya, dokumentasi resmi memperlihatkan Netanyahu sedang berada di Beit Shemesh untuk melakukan agenda lainnya.
Rangkaian kemunculan publik ini secara tidak langsung membantah klaim bahwa dirinya sedang bersembunyi di bungker di Berlin.
Ancaman Iran dan Protokol Keamanan Ketat
Meskipun bukti-bukti kemunculan di Israel telah dirilis, spekulasi mengenai kondisi fisik Netanyahu tetap liar. Sejumlah akun media sosial yang memiliki kecenderungan mendukung Iran sempat menyebarkan narasi bahwa Netanyahu telah menjadi sasaran rudal Iran.
Namun, hingga saat ini tidak ada bukti nyata atau konfirmasi valid yang menunjukkan bahwa sang perdana menteri mengalami cedera akibat serangan tersebut.
Lantas berada di mana Netanyahu saat ini? Pertanyaan mengenai lokasi pasti sang pemimpin Israel memang tetap menjadi misteri bagi publik luas.
Posisi pasti Netanyahu saat ini memang dirahasiakan oleh unit pengamanan karena ia telah ditetapkan menjadi sasaran target utama Iran hidup atau mati.
Ketegangan yang meningkat antara Tel Aviv dan Teheran memaksa protokol keamanan perdana menteri berada pada level tertinggi, yang seringkali melibatkan penggunaan lokasi-lokasi rahasia atau berpindah-pindah tempat guna menghindari deteksi intelijen lawan.
Berita Terkait
-
Borok Israel Terungkap, Rezim Zionis Diduga Tutup-tutupi Kehancuran dan Korban Jiwa Serangan Iran
-
Eks Jenderal AS Ungkap Bahaya Nyata Ranjau Iran bagi Kapal Tanker di Selat Hormuz
-
Dicap Pengkhianat, 5 Pemain Timnas Putri Iran Dapat Visa Australia
-
Ironi! Pilot Perempuan Israel Dianggap Simbol Feminisme, Ribuan Wanita Gaza Berjuang Hidup
-
Selat Hormuz Jadi Jalur Neraka di Iran, Meleng Dikit Pindah Alam
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jawa Barat Sumbang 12 Persen untuk Penjualan Yamaha Nasional, NMax dan Aerox Jadi Andalan
-
Flek Hitam di Wajah Karena Apa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
-
Eksklusivitas Komunitas Lari WNA di Bali: Menggugat Kedaulatan Ruang Publik Kita
-
Polemik Londo Ireng: Ketika Kritik Media Dibalas Stigma dari Penguasa
-
Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur
-
Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang
-
Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer
-
Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo
-
Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel
-
Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim