- Suara.com memperkenalkan platform Aura Research berbasis AI pada 11 Maret 2026, berfungsi mengintegrasikan berbagai data ekosistem perusahaan.
- Platform teknisnya adalah AI Unified Reasoning Architecture, mendukung redaksi, analisis tren isu, dan pemantauan brand secara internal.
- Aura menganalisis lebih dari 20 sumber data dan menggunakan metode deterministik untuk mengurangi risiko halusinasi AI.
Andre juga menekankan bahwa sistem Aura dirancang untuk menganalisis sumber data yang lebih banyak dibandingkan sejumlah perangkat AI lain.
“Source analysis-nya kita lebih dari 20 sampai 30 source. Kalau misalnya teman-teman lihat di pre-research-nya ChatGPT atau Gemini itu kan cuma sekitar 10 atau 15,” jelasnya.
Dalam pengembangannya, platform tersebut juga mampu memantau ratusan artikel berita serta ribuan percakapan di media sosial untuk menghasilkan analisis isu.
“Mungkin bisa 300 artikel. Untuk sosial media bisa 15.000-an,” kata Andre.
Mengurangi Risiko Halusinasi AI
Salah satu pendekatan yang digunakan dalam sistem Aura adalah memisahkan proses analisis berbasis deterministik dan probabilistik guna mengurangi potensi kesalahan analisis atau “halusinasi” dalam AI.
“Kalau misalnya kita ngomongin AI kan itu kan banyak halusinasi kan. Itu kita pecah antara proses yang deterministik sama probabilistik supaya menghasilkan analisa yang lebih tepat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pada awalnya Aura dikembangkan untuk mendukung kebutuhan redaksi. Namun, seiring meningkatnya kebutuhan pasar terhadap pemantauan merek dan analisis isu, platform ini kemudian dikembangkan menjadi sistem yang dapat digunakan baik untuk kebutuhan internal maupun eksternal.
“Dulu kita buat untuk kebutuhan redaksi, tapi melihat di luaran market butuh brand monitoring makanya kita buat semacam hybrid. Jadi bisa ke dalam atau bisa ke eksternal,” kata Andre.
Baca Juga: Rayakan Hari Jadi ke-12, Suara.com Perkokoh Posisi Pemimpin Media Digital Berbasis Komunitas
Peluncuran Aura Research menjadi bagian dari upaya transformasi digital Suara.com untuk mengintegrasikan jurnalisme dengan teknologi berbasis data dan kecerdasan buatan. (Dinda Pramesti K)
Berita Terkait
-
Rayakan Hari Jadi ke-12, Suara.com Perkokoh Posisi Pemimpin Media Digital Berbasis Komunitas
-
HUT Ke-12 Suara.com, Kapolda DIY: Semoga Terus Cerdaskan Masyarakat
-
Ultah ke-12, Deretan Karangan Bunga Pejabat hingga BUMN Penuhi Kantor Baru Suara.com di Palmerah
-
Guru Besar UGM di HUT ke-12 Suara.com: Jadilah Suara yang Lantang Mencari Kebenaran
-
12 Tahun Suara.com: Saat Yoursay Menjadi Bukti bahwa Suara Kita Berharga
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung
-
Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi
-
Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini
-
Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN
-
Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak
-
Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi
-
Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!
-
Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR
-
Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!
-
Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!