- Suara.com memperkenalkan platform Aura Research berbasis AI pada 11 Maret 2026, berfungsi mengintegrasikan berbagai data ekosistem perusahaan.
- Platform teknisnya adalah AI Unified Reasoning Architecture, mendukung redaksi, analisis tren isu, dan pemantauan brand secara internal.
- Aura menganalisis lebih dari 20 sumber data dan menggunakan metode deterministik untuk mengurangi risiko halusinasi AI.
Suara.com - Suara.com resmi memperkenalkan Aura Research, sebuah platform berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk mengintegrasikan berbagai sumber data dalam ekosistem perusahaan pada perayaan ulang tahun ke-12 Suara.com pada Rabu (11/3/2026).
Platform ini diperkenalkan oleh Business Development Aura Research, Andre, dalam acara peluncuran yang digelar bersamaan dengan perayaan ulang tahun ke-12 Suara.com.
Dalam pemaparannya, Andre menjelaskan bahwa Aura merupakan sistem yang menggabungkan berbagai data dari unit-unit dalam ekosistem Suara.com yang sebelumnya terpisah.
“Kalau teman-teman lihat playground-nya Suara, banyak ya? Ini ada Media, ada Sosial Media, Account Management, Community, Event and Production, dan Agency. Nah, sebetulnya Aura ini melingkupi semuanya. Yang dulunya datanya sendiri-sendiri, ini semuanya sudah kita gabungin di Aura,” ujar Andre saat presentasi di Gedung P46, Palmerah Utara, Jakarta Barat.
Ia menjelaskan bahwa secara teknis Aura merupakan AI Unified Reasoning Architecture yang bekerja dari hulu hingga hilir dalam proses pengolahan data. Namun untuk mempermudah pemahaman, tim internal menyebutnya sebagai “AI untuk Suara.”
“Aura sebetulnya tuh secara teknikal AI Unified Reasoning Architecture. Karena dari end-to-end, dari depan ke belakang kita sebut arsitekturnya kayak gimana. Tapi untuk lebih simpelnya kemarin kita bilang ‘AI untuk Suara’ aja lah,” kata Andre.
Menurutnya, platform tersebut juga dilengkapi dengan model Large Language Model (LLM) yang memiliki persona bernama Aura.
“Nanti ini jadi kalau misalnya dilihat defining-nya ini, jadi untuk simple perspective-nya kita kasih nama AI for Suara,” ujarnya.
Mendukung Kerja Redaksi Hingga Analisis Brand
Baca Juga: Rayakan Hari Jadi ke-12, Suara.com Perkokoh Posisi Pemimpin Media Digital Berbasis Komunitas
Andre menjelaskan bahwa Aura tidak hanya berfungsi sebagai alat riset, tetapi juga memiliki sejumlah fitur yang mendukung berbagai kebutuhan di dalam perusahaan.
Beberapa fungsi tersebut antara lain analisis tren isu dari media sosial dan mesin pencarian, pembuatan insight mingguan untuk redaksi, hingga pemantauan brand.
“Kalau misalnya teman-teman lihat di situ ada Research, Strategic & Innovation. Nah innovation-nya kita kirimin tiap minggu ke redaksional insight dari Google Trend sama dari sosial media kira-kira perkembangan isu di luaran itu seperti apa,” kata dia.
Selain itu, Aura juga telah digunakan untuk beberapa fitur di platform Suara.com, termasuk ringkasan artikel yang dapat dibaca dalam waktu singkat.
“Kalau misalnya teman-teman lihat di Suara itu ada kesimpulan ‘baca 10 detik’ itu sudah pakai Aura,” ujarnya.
Analisis Sumber Lebih Luas
Berita Terkait
-
Rayakan Hari Jadi ke-12, Suara.com Perkokoh Posisi Pemimpin Media Digital Berbasis Komunitas
-
HUT Ke-12 Suara.com, Kapolda DIY: Semoga Terus Cerdaskan Masyarakat
-
Ultah ke-12, Deretan Karangan Bunga Pejabat hingga BUMN Penuhi Kantor Baru Suara.com di Palmerah
-
Guru Besar UGM di HUT ke-12 Suara.com: Jadilah Suara yang Lantang Mencari Kebenaran
-
12 Tahun Suara.com: Saat Yoursay Menjadi Bukti bahwa Suara Kita Berharga
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok
-
Pelaku Penembakan Acara Trump Terungkap, Foto Kenakan Kaos IDF Israel Viral
-
Gubernur Pramono Bahas Rencana Konser BTS 2026 Saat Temui Wakil Wali Kota Seoul
-
Candaan Jubir Gedung Putih Viral Usai Insiden Penembakan, Bak Prediksi Masa Depan