- Serangan roket Hizbullah pada Kamis (12/3) di desa Bi'ina, Israel, langsung mengenai atap sebuah rumah.
- Petugas berhasil mengevakuasi lima warga dari rumah yang rusak, dengan satu orang luka ringan dan sisanya trauma.
- IRGC mengancam akan terus menyerang AS dan Israel hingga mereka menyerah sepenuhnya di Timur Tengah.
Suara.com - Serangan gabungan dari Iran dan organisasi Hizbullah di wilayah Lebanon memicu kepanikan baru di kawasan Israel Utara.
Sebuah rumah di desa Bi'ina, Israel, dekat Karmiel, Israel seperti dikutip dari laporan Channel 14 dilaporkan terkena hantaman langsung roket Hizbullah, Kamis (12/3) waktu setempat.
Petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi warga. Sedikitnya lima orang berhasil diselamatkan dari bangunan yang rusak akibat ledakan.
Tim medis melaporkan satu orang mengalami luka ringan, sementara empat lainnya mengalami syok atau trauma. Seluruh korban langsung mendapatkan perawatan dari petugas darurat.
Komandan operasi pemadam kebakaran, Mordi Neuman, menjelaskan kondisi di lokasi serangan. “Ini adalah hantaman langsung di atap rumah satu lantai,” ujarnya dari lokasi kejadian.
Ia menambahkan petugas langsung melakukan pencarian korban yang mungkin terjebak di dalam bangunan.
“Petugas memutus sumber energi untuk mencegah kebakaran dan membantu para korban keluar dari rumah,” katanya.
Petugas medis juga menggambarkan situasi dramatis saat tiba di lokasi.
“Kami tiba dengan ambulans dan unit perawatan intensif ke bangunan yang rusak, penuh serpihan dan asap,” ujar paramedis senior David Basudo.
Baca Juga: Media Israel Tuduh Mojtaba Khamenei Patah Kaki Habis Dibom Demi Pencitraan Jadi Pahlawan
“Dua orang mengalami luka ringan, sementara beberapa lainnya mengalami trauma. Salah satu korban bahkan berjalan sendiri menuju tim medis bersama keluarganya,” katanya.
Militer Israel menyatakan tim penyelamat dari Israel Defense Forces bersama layanan darurat sedang menyisir beberapa lokasi lain di wilayah Galilea.
Sementara itu, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Garda Revolusi Iran menegaskan akan terus menyerang pangkalan militer Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah hingga ancaman perang terhadap Iran berakhir.
Garda elit Iran itu bahkan menyatakan hanya memikirkan satu tujuan, Amerika Serikat dan Israel menyerah total.
“Kami hanya memikirkan penyerahan total musuh,” kata IRGC dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui media mereka, Sepah News.
Pernyataan tersebut muncul di tengah eskalasi konflik regional antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Jenderal Iran: Tidak Ada Gencatan Senjata Perang!
-
Anggota Komisi XII DPR Desak Reformasi Pengelolaan Sampah Usai Tragedi Longsor di Bantar Gebang
-
RESMI! Dewan Keamanan PBB Minta Iran Stop Rudal Negara Sekutu AS-Israel di Timur Tengah
-
Presiden Krosia Zoran Milanovic Sebut Israel Teroris, Kecam Serangan AS ke Iran
-
Drone Iran Hantam Dubai Creek Harbour Saat Militer Israel Mulai Gempur Teheran Besar-besaran
-
Upaya Kabur Gagal, Dua Tersangka Korupsi Kementan Diciduk Polisi di Ogan Ilir
-
Bazar Ramadan, Upaya Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Pangan
-
Mabes TNI Jelaskan Mutasi Pati: Pangdam Jaya Jadi Bintang Tiga, Jabatan Kaster TNI Diaktifkan Lagi
-
Pemkot Semarang Siapkan 7 Armada Bus Angkut Pemudik Asal Semarang di Jakarta
-
Media Israel Tuduh Mojtaba Khamenei Patah Kaki Habis Dibom Demi Pencitraan Jadi Pahlawan