- Presiden Kroasia Zoran Milanovic memanggil Duta Besar Israel Gary Koren karena tuduhan sarang terorisme di Kedutaan Iran Zagreb.
- Milanovic menegaskan Kroasia tidak menoleransi provokasi asing dari Israel maupun Iran yang mengganggu stabilitas negara.
- Presiden Kroasia mempertanyakan tindakan Israel di Gaza dan memperingatkan potensi pengusiran duta besar Israel jika sikap berlanjut.
Suara.com - Pernyataan keras disampaikan oleh Presiden Kroasia Zoran Milanovic terhadap duta besar Israel setelah menyebut kedutaan besar Iran di Zagreb sebagai sarang terorisme.
Zoran Milanovic menegaskan negaranya tidak akan mentoleransi provokasi atau tuduhan yang dapat menimbulkan kepanikan publik.
Pernyataan itu muncul setelah Duta Besar Israel, Gary Koren, mengklaim bahwa anggota Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Garda Revolusi Iran mungkin berada di Kedutaan Iran di Zagreb untuk mengumpulkan intelijen dan mendukung aktivitas terorisme.
Milanovic langsung menanggapi keras tuduhan tersebut.
Ia bahkan memperingatkan bahwa Kroasia tidak akan membiarkan infeksi asing mempengaruhi stabilitas negaranya.
“Kroasia tidak akan mentoleransi infeksi asing di wilayah kami," tegas Milanovic dilansir dari kantor berita Turki, Anadolu Ajansi. “Baik itu dari Israel maupun Iran.”
Namun dalam komentarnya, Milanovic juga menyebut kedua negara memiliki rekam jejak metode yang ia nilai sebagai terorisme.
Meski demikian, ia menegaskan Iran tidak melakukan aktivitas terorisme di Eropa.
Milanovic menyinggung konflik di Gaza yang menurutnya mencerminkan tindakan brutal.
Baca Juga: FBI: Iran Berpotensi Serang Daratan AS, Tepatnya di California
“Apa yang terjadi di Gaza jika bukan terorisme?” kata Milanovic. “Dan apa yang dilakukan tentara Israel yang dilatih dalam Krav Maga jika bukan bentuk terorisme?”
Milanovic mengungkapkan bahwa duta besar Israel telah dipanggil ke kantor kepresidenan di Pantovcak untuk dimintai penjelasan.
Ia menegaskan agar perwakilan Israel tidak membuat pernyataan yang bisa merugikan kepentingan Kroasia.
“Pejabat dari Tel Aviv itu pada dasarnya mengatakan ada sarang teroris di tengah Zagreb, di kedutaan Iran,” ujar Milanovic. “Ini Zagreb, saudara-saudara, bukan Tel Aviv.”
Presiden Kroasia itu juga memperingatkan bahwa jika sikap tersebut terus berlanjut, pemerintahnya tidak akan lagi membutuhkan kehadiran duta besar Israel di negaranya.
“Kami tidak membutuhkan duta besar Israel untuk menyebarkan ketakutan di sini,” tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Drone Iran Hantam Dubai Creek Harbour Saat Militer Israel Mulai Gempur Teheran Besar-besaran
-
Upaya Kabur Gagal, Dua Tersangka Korupsi Kementan Diciduk Polisi di Ogan Ilir
-
Bazar Ramadan, Upaya Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Pangan
-
Mabes TNI Jelaskan Mutasi Pati: Pangdam Jaya Jadi Bintang Tiga, Jabatan Kaster TNI Diaktifkan Lagi
-
Pemkot Semarang Siapkan 7 Armada Bus Angkut Pemudik Asal Semarang di Jakarta
-
Media Israel Tuduh Mojtaba Khamenei Patah Kaki Habis Dibom Demi Pencitraan Jadi Pahlawan
-
Ironi Jakarta Menuju Kota Global: Aspal Terus Dibongkar Akibat Tak Punya Sarana Utilitas Terpadu
-
Prabowo: Krisis Global Jadi Peluang, Indonesia Percepat Swasembada Pangan dan Energi
-
1 Tahun Danantara, Prabowo Pesan: Eling dan Waspada Kelola Kekayaan Negara!
-
Prabowo Tegaskan Tak Mau Laporan Palsu di BUMN dan Danantara: Jangan Main-Main!