-
Mojtaba Khamenei terluka dalam serangan Israel namun tetap menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran.
-
Pemerintah Iran memanfaatkan cedera Mojtaba untuk membangun narasi pahlawan perang di garis depan.
-
Pakar meragukan kendali penuh Mojtaba karena ia belum muncul ke publik pasca dilantik.
Suara.com - Media Israel menilai Republik Islam Iran dikabarkan tengah memanfaatkan situasi cedera yang dialami oleh pemimpin barunya yakni Mojtaba Khamenei.
Langkah ini dilakukan guna membentuk citra dirinya sebagai sosok pejuang yang tangguh di mata rakyat.
Seorang spesialis urusan Iran dari Institute for National Security Studies (INSS) mengungkapkan narasi heroik ini pada hari Rabu.
Mojtaba yang merupakan putra kedua dari mendiang Ali Khamenei dilaporkan terkena dampak serangan udara Israel beberapa waktu lalu.
Meskipun menderita luka ringan namun dua informan internal memastikan bahwa sang pemimpin tetap mampu menjalankan tugas-tugas kenegaraannya.
Informasi mengenai kondisi medis ini awalnya mencuat melalui laporan eksklusif media internasional sebelum dikonfirmasi oleh sumber-sumber lainnya.
Pejabat pemerintah di Teheran mengakui kepada media asing bahwa pemimpin tertinggi tersebut sedang dalam pemulihan akibat luka di bagian kaki.
Berdasarkan data lapangan ia terkena dampak serangan pada hari pertama pelaksanaan operasi militer bertajuk Roaring Lion dan Epic Fury.
Laporan medis menunjukkan adanya retakan pada tulang kaki serta memar yang cukup parah di sekitar area mata kiri.
Baca Juga: Laporan Intelijen Bongkar Kondisi Parah Mojtaba Khamenei Habis Dibom Israel
Selain itu terdapat beberapa luka sayatan di bagian wajah yang memerlukan penanganan medis secara intensif pasca ledakan tersebut.
Beni Sabti yang merupakan pakar dari INSS menilai bahwa luka-luka tersebut sengaja dipublikasikan untuk membangun kewibawaan spiritual.
“Ada sebuah aura yang sudah melekat padanya, dan dia kini dianggap sebagai ‘veteran perang Ramadan’, yang berarti perang saat ini,” ujar Sabti.
Pihak pemerintah berusaha keras memoles reputasi Mojtaba agar terlihat layaknya prajurit yang berada di garis depan pertempuran.
“Mereka mencoba mempromosikan citranya dan mengubahnya menjadi pahlawan yang berada di garis depan sejak saat pertama perang dimulai,” tegas Sabti dalam analisanya.
Hingga saat ini publik belum melihat penampilan fisik Mojtaba di depan kamera sejak pengangkatan resminya oleh Majelis Ahli.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Cak Imin Rayu Parpol Ubah 108 Undang-undang Demi Prabowonomics
-
Apa Saja Zodiak yang Termasuk dalam Elemen Air? Kenali Ciri Khas dan Kepribadiannya
-
Menertawakan Diri Sendiri: Katarsis Emosi ala Warganet Melihat Konten Kemewahan Absurd Indra Perdana
-
Kembali Dibintangi Chris Hemsworth, Syuting Film Extraction 3 Resmi Dimulai
-
Keputusan John Herdman Tak Panggil Ricky Kambuaya di Piala AFF 2026 Dipertanyakan
-
Bomber Liga AS Ingin Akhiri Kutukan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Menteri UMKM Sebut Pengemudi Ojek Online Dianggap Pengusaha Mikro Transportasi Online
-
Rekam Jejak Troy Pantouw Jubir IKN yang Ditemukan Tewas di Rusun ASN
-
Legenda Timnas Indonesia Prediksi Dua Bintang Muda Ini Bakal Bersinar di Piala AFF 2026
-
10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking