-
Konflik Timur Tengah memicu kelangkaan gas memasak LPG secara nasional di seluruh India.
-
Kantin dan asrama menghapus menu teh serta masakan panas demi menghemat stok energi.
-
Restoran mulai beralih ke peralatan listrik akibat terganggunya distribusi gas lewat Selat Hormuz.
Suara.com - India kiamat makanan masak, dapur-dapur di seluruh wilayah India kini sedang mengalami perubahan drastis akibat situasi geopolitik yang memanas.
Hidangan panas yang biasanya mengepul serta minuman teh yang ikonik mulai menghilang dari daftar menu.
Dikutip dari Reuters, fenomena ini terjadi sebagai dampak langsung dari krisis gas memasak yang melanda negara tersebut.
Masyarakat mulai beralih mengonsumsi makanan cepat saji dan air lemon dingin sebagai alternatif utama.
Langkah ini diambil demi menghemat sisa bahan bakar gas minyak cair atau LPG yang kian langka.
Kondisi sulit ini bermula dari terhentinya lalu lintas pelayaran di kawasan Selat Hormuz dan Teluk.
Peperangan yang melibatkan Iran menjadi pemicu utama tersendatnya jalur logistik energi internasional tersebut.
Hal ini secara otomatis memicu lonjakan biaya transportasi serta kenaikan harga energi secara signifikan.
Output dari produsen minyak dan gas di kawasan Timur Tengah juga mengalami penurunan drastis.
Baca Juga: Mengenal Kapal Perang US Fifth Fleet yang Masuk Bidikan Rudal Iran, Sudah Berumur31Tahun
India sendiri menyandang status sebagai negara pengimpor LPG terbesar kedua di tingkat global saat ini.
Pemerintah India telah menggunakan wewenang darurat untuk memerintahkan kilang agar segera meningkatkan hasil produksi mereka.
Meski demikian, pihak asrama dan pengelola kantin melaporkan bahwa ketersediaan stok di lapangan masih sangat terbatas.
Kondisi tersebut memaksa pengelola tempat makan melakukan perubahan komposisi menu secara mendadak dan cepat.
Sektor industri juga tidak luput dari dampak dengan mulai membatasi pilihan makanan bagi para pekerja.
Sebuah pabrik komponen otomotif di Gujarat bahkan telah menghapus semua jenis gorengan dari daftar menu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Hari Mangrove Sedunia, Kilang Plaju Perkuat Komitmen Lestarikan Ekosistem Pesisir
-
Dari Gurih hingga Pedas, Menu Flavor Shake-Up Ajak Pecinta Kuliner Eksplorasi Beragam Rasa
-
Kejagung Jangan Berhenti di Febrie Adriansyah, Aktor Intelektual Harus Diburu
-
Port FC Petik Tiga Poin, Sarawut Treephan Sebut Kemenangan atas PSMS Jadi Modal Penting
-
Review Dikichi Kediri: Sensasi Crispy Hot Chicken yang Renyahnya Bikin Nagih!
-
Napi Lapas Pekanbaru Belum Ditemukan, Kabur saat Ambil Obat di Apotek
-
Dihukum 10 Tahun oleh KFA, Shin Tae-yong Tetap Tangani Persija
-
Perkuat Sektor Wing Back, Kendal Tornado FC Datangkan Eks Pemain Timnas U-19
-
Karhutla Mengamuk di Kubu Raya, Nyaris Lahap Permukiman Warga
-
Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu