- Garda Revolusi Iran akan terus serang pangkalan AS dan Israel sampai ancaman perang terhadap Iran berakhir total.
- Serangan ke-38 Iran Selasa malam menargetkan pangkalan AS Al-Udairi di Kuwait serta infrastruktur laut Bahrain.
- US Fifth Fleet, yang berbasis di Bahrain, bertanggung jawab mengawasi wilayah laut sangat luas di kawasan Timur Tengah.
Suara.com - Garda Revolusi Iran menegaskan akan terus menyerang pangkalan militer Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah hingga ancaman perang terhadap Iran berakhir.
“Kami hanya memikirkan penyerahan total musuh,” kata IRGC dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui media mereka, Sepah News.
Garda Revolusi Iran mengklaim gelombang serangan ke-38 yang diluncurkan Selasa malam menargetkan pangkalan militer AS Al-Udairi di Kuwait.
Mereka menyebut lebih dari 100 tentara harus dilarikan ke rumah sakit akibat serangan tersebut.
Selain itu, Iran juga mengaku menyerang infrastruktur angkatan laut AS di Pelabuhan Mina Salman, Bahrain, yang menjadi markas US Fifth Fleet.
Kapal perang US Fifth Fleet merupakan salah satu armada utama milik Angkatan Laut Amerika Serikat.
Armada ini mengawasi wilayah laut seluas sekitar 6,5 juta kilometer persegi yang mencakup Persian Gulf, Laut Merah, Laut Arab, hingga sebagian Samudra Hindia.
Secara struktural, armada tersebut berada di bawah komando U.S. Central Command (CENTCOM) melalui U.S. Naval Forces Central Command (NAVCENT).
Armada ini pertama kali dibentuk pada 26 April 1944 saat Perang Dunia II. Saat itu armada dipimpin oleh laksamana legendaris Raymond A. Spruance.
Baca Juga: Presiden Krosia Zoran Milanovic Sebut Israel Teroris, Kecam Serangan AS ke Iran
Dalam Perang Dunia II, armada tersebut memainkan peran penting dalam berbagai operasi besar di Pasifik. Mereka terlibat dalam kampanye militer seperti pertempuran Iwo Jima, hingga Battle of Okinawa.
Pada puncak kekuatannya pada 1944, armada ini menjadi kekuatan laut terbesar di dunia dengan sekitar 535 kapal perang.
Operasi besar seperti Operation Hailstone juga menjadi bagian dari sejarah tempurnya melawan Jepang.
Setelah perang berakhir, armada ini dibubarkan pada 1947.
Namun setelah vakum selama hampir lima dekade, armada tersebut diaktifkan kembali pada 1995 untuk memperkuat kehadiran militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Secara operasional, armada ini biasanya terdiri dari grup pesawat termpu, tim tempur amfibi, kapal perang permukaan, kapal selam, hingga pesawat patroli maritim. Ribuan personel militer bertugas di kapal maupun pangkalan darat.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Jenderal Iran: Tidak Ada Gencatan Senjata Perang!
-
Anggota Komisi XII DPR Desak Reformasi Pengelolaan Sampah Usai Tragedi Longsor di Bantar Gebang
-
Malam Mencekam di Utara Israel! Roket Hizbullah Hancurkan Bangunan, 5 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Dewan Keamanan PBB Minta Iran Stop Rudal Negara Sekutu AS-Israel di Timur Tengah
-
Presiden Krosia Zoran Milanovic Sebut Israel Teroris, Kecam Serangan AS ke Iran
-
Drone Iran Hantam Dubai Creek Harbour Saat Militer Israel Mulai Gempur Teheran Besar-besaran
-
Upaya Kabur Gagal, Dua Tersangka Korupsi Kementan Diciduk Polisi di Ogan Ilir
-
Bazar Ramadan, Upaya Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Pangan
-
Mabes TNI Jelaskan Mutasi Pati: Pangdam Jaya Jadi Bintang Tiga, Jabatan Kaster TNI Diaktifkan Lagi
-
Pemkot Semarang Siapkan 7 Armada Bus Angkut Pemudik Asal Semarang di Jakarta