News / Nasional
Kamis, 12 Maret 2026 | 20:07 WIB
Jalur Palur-Sragen Dipastikan Bebas Banjir Jelang Mudik Lebaran 2026. (Suara.com/Yoga)
Baca 10 detik
  • PPK 3.5 Jawa Tengah mengebut preservasi jalan Palur-Sragen, proyek multi tahun yang bertujuan mengatasi banjir sebelum Lebaran 2026.
  • Progres fisik mencapai 41 persen, termasuk penyelesaian dua kilometer rigid pavement, sebagai solusi banjir akibat luapan sungai.
  • Jaminan disampaikan bahwa jalur vital yang sering dilintasi kendaraan berat ini akan aman dari gangguan banjir saat musim mudik tiba.

Suara.com - Satuan Kerja Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.5 Provinsi Jawa Tengah tengah mengebut pengerjaan preservasi jalan di ruas Palur-Sragen guna menyambut arus mudik Lebaran 2026.

Pengerjaan yang meliputi peninggian badan jalan tersebut difokuskan pada titik rawan yang kerap menjadi langganan banjir tahunan.

Novi Krisniawati selaku PPK 3.5 (Surakarta-Palur-Sragen-Mantingan) menjelaskan bahwa proyek tahun jamak ini telah memasuki masa pengerjaan tahun kedua.

"Ini dikerjakan selama 3 tahun, dan sudah berkontrak di 2025. Ini tahun kedua," kata Novi di lokasi, Kamis (12/3/2026).

Hingga saat ini, progres fisik pengerjaan infrastruktur jalan penghubung lintas provinsi tersebut telah mencapai angka 41 persen dengan deviasi positif sebesar 16,7 persen.

Salah satu capaian krusial adalah rampungnya pengerjaan jalan beton atau rigid pavement sepanjang kurang lebih dua kilometer yang kini sudah dapat dilintasi.

"Untuk mendukung Lebaran untuk tahun 2026 ini, kami sudah melaksanakan pekerjaan rigid sepanjang 2 kilometer kurang lebih," tutur Novi.

Langkah peninggian badan jalan atau raising diambil sebagai solusi permanen untuk mengatasi luapan air sungai yang kerap merendam kawasan KM 13 hingga KM 15.

Novi menyebutkan bahwa perbaikan ini sangat mendesak karena kondisi perkerasan jalan yang sudah lama tidak tersentuh penanganan sehingga muncul banyak lubang.

Baca Juga: Pastikan Stok BBMLPG Aman saat Lebaran, Kapolri: Tak Usah Panic Buying

"Sudah lama tidak ditangani. Jadi, perkerasan jalan kami sudah tidak layak, banyak lubang dan sebagainya. Sehingga di tahun 2025, kami mengerjakan dan berakhir nanti di tahun 2027," ungkapnya.

Penyebab utama banjir di lokasi diidentifikasi berasal dari luapan sungai akibat adanya alih fungsi lahan dari persawahan menjadi kawasan industri.

Kondisi tersebut diperparah dengan tingginya intensitas hujan, yang kini diklaim sudah tertangani berkat peninggian jalan.

"Selama tahun 2025 sampai dengan sekarang, walaupun kemarin curah hujan intensitas tinggi sekali, alhamdulillah tidak terjadi," jelas Novi.

Novi pun memberikan garansi bahwa jalur utama yang menghubungkan Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY ini akan aman dari gangguan banjir saat masa mudik nanti.

"Jadi aman, dipastikan," tegas Novi saat memberikan jaminan keselamatan bagi para pemudik yang akan melintas.

Load More