- Yayasan IPAS Indonesia menggelar diskusi media roundtable pada 12 Maret 2026, memperingati IWD 2026 tentang penanganan korban kekerasan berbasis gender.
- Acara ini menekankan urgensi aksi nyata menuju keadilan reproduksi serta perlindungan komprehensif bagi perempuan Indonesia.
- Diskusi melibatkan Kemenkes, Kemen PPPA, dan media untuk mensinergikan layanan penguatan korban kekerasan seksual di Indonesia.
Suara.com - Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day/IWD) 2026, Yayasan IPAS Indonesia menyelenggarakan diskusi meja bundar (media roundtable) bertajuk "Menghapus Sunyi, Menguatkan Layanan untuk Korban Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual".
Acara yang digelar pada Kamis (12/3/2026) ini menekankan urgensi aksi nyata dalam mewujudkan keadilan reproduksi serta perlindungan menyeluruh bagi perempuan di Indonesia. Langkah ini sejalan dengan tema global IWD tahun ini, "Rights, Justice, and Actions".
Transformasi Diskusi Menjadi Aksi Nyata
Direktur Eksekutif Yayasan IPAS Indonesia, dr. Marcia Soumokil, MPH, dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum IWD 2026 harus menjadi titik balik untuk beralih dari sekadar wacana menuju langkah-langkah konkret di lapangan.
"Diskusi hari ini sangat penting untuk mengingatkan kita bahwa perjuangan untuk kesetaraan dan keadilan gender memang belum selesai," ujar dr. Marcia.
Ia menekankan bahwa upaya perlindungan perempuan tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan dukungan kolektif dari berbagai pemangku kepentingan untuk memutus "rantai sunyi" yang selama ini membelenggu para penyintas Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual (KBGS).
Keadilan Reproduksi: Sehat, Berdaya, dan Berdaulat
Tahun ini, Yayasan IPAS Indonesia mengusung tema spesifik: "Keadilan Reproduksi bagi Semua Perempuan Sehat, Berdaya, dan Berdaulat". Tema ini menggarisbawahi bahwa hak atas kesehatan seksual dan reproduksi, serta perlindungan dari kekerasan, merupakan bagian integral dari Hak Asasi Manusia (HAM) yang tidak dapat dipisahkan.
Kegiatan ini bertujuan memetakan situasi terkini terkait KBGS di Indonesia, termasuk dampaknya terhadap kesehatan fisik dan mental perempuan. Selain itu, diskusi ini juga membedah arah kebijakan pemerintah dalam penanganan kekerasan melalui penguatan sektor kesehatan.
Baca Juga: 30 Link Twibbon Hari Perempuan Sedunia 2026 Gratis, Langsung Pakai
Sinergi Lintas Sektor dan Peran Media
Acara ini menghadirkan perspektif komprehensif dari berbagai narasumber kompeten, termasuk perwakilan dari:
- Kementerian Kesehatan (Kemenkes)
- Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA)
- Forum Pengada Layanan (FPL)
Selain melibatkan instansi pemerintah dan lembaga sipil, Yayasan IPAS Indonesia menyoroti peran krusial media. Jurnalis dinilai memiliki kekuatan strategis dalam membentuk persepsi publik serta meningkatkan literasi masyarakat mengenai isu kekerasan terhadap perempuan.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat sipil, dan media, diharapkan tercipta sistem layanan publik yang lebih ramah, adil, serta mudah diakses oleh seluruh penyintas kekerasan di tanah air.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Rismon Sianipar Minta Maaf Soal Ijazah Jokowi, Gibran: Ramadan Bulan Baik untuk Memaafkan
-
Pesawat Tanker KC-135 Milik AS Jatuh Saat Operasi Militer di Iran
-
Rudal-rudal Iran Masih Menghantui, Trump dan Netanyahu Terpojok Skandal Dalam Negeri
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun
-
Gebrakan Dittipideksus Bareskrim di Jawa Timur: Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp25,9 Triliun
-
Alasan KPK Baru Tahan Gus Yaqut Sekarang: Tak Ingin Terburu-buru dan Tunggu Bukti
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?
-
Praperadilan Direktur PT WKM, Ahli: Seorang Tersangka Harus Dipenuhi Haknya Meski Masih Penyidikan