- Indonesia menyepakati pembelian sistem rudal supersonik BrahMos dari India guna memodernisasi pertahanan maritim nasional.
- Rudal BrahMos Mach 3 ini memberi Indonesia keunggulan strategis untuk mengendalikan jalur suplai energi vital China.
- Akuisisi ini membawa potensi risiko sanksi AS melalui CAATSA, meskipun Washington cenderung melunak terhadap pembeli rudal tersebut.
Suara.com - Indonesia disebut mencapai kata sepakat dengan India untuk membeli sistem rudal supersonik BrahMos.
Dikutip dari Asia Times, Jumat (13/3/2026), langkah ini diprediksi mengubah Indonesia sebagai kepulauan luas menjadi penghalang maritim mematikan, sekaligus membentuk kembali peta deterensi regional dari Laut China Selatan hingga Samudra Hindia.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Indonesia, Rico Ricardo Sirait, mengonfirmasi kesepakatan dengan India telah tercapai untuk pengadaan sistem rudal canggih ini.
Langkah ini diambil untuk memodernisasi angkatan bersenjata, dan memperkuat kemampuan pertahanan maritim nasional.
Meski nilai kontrak secara resmi belum diumumkan, BrahMos Aerospace—perusahaan patungan antara pemerintah India dan Rusia—sebelumnya mengindikasikan bahwa negosiasi dengan Jakarta melibatkan kontrak potensial senilai antara USD 200 juta (Rp 3,3 Triliun) hingga USD 350 juta atau setara Rp 5,9 Triliun.
Kecepatan Mach 3: Monster Langit di Natuna
BrahMos bukan sekadar rudal biasa. Rudal ini secara luas dianggap sebagai salah satu rudal jelajah tercepat di dunia.
Versi ekspor yang akan diterima Indonesia memiliki jangkauan 290 kilometer, melesat dengan kecepatan Mach 3, dan mampu membawa hulu ledak berdaya ledak tinggi seberat 300 kilogram.
Fleksibilitasnya luar biasa karena dapat diluncurkan dari platform udara, laut, maupun darat.
Baca Juga: Minyak Dunia Tembus USD 120, APBN 2026 Terancam Jebol? Cek Faktanya
Akuisisi ini mencerminkan dorongan modernisasi militer Indonesia yang lebih luas, dan menegaskan peran India yang semakin berkembang sebagai pemasok senjata utama di Asia Tenggara.
Pada tingkat taktis, kehadiran BrahMos di tangan TNI mencerminkan keterlibatan tidak langsung Indonesia dalam persaingan strategis melawan klaim sepihak China di Laut China Selatan.
Selama ini, China dianggap sebagai ancaman terbesar bagi keamanan maritim Indonesia. Insiden di akhir Desember 2019, di mana puluhan kapal nelayan China dengan pengawalan coast guard memasuki perairan Natuna, masih membekas dalam ingatan publik.
Saat itu, Presiden Joko Widodo menyatakan dengan tegas bahwa tidak akan ada "kompromi" mengenai kedaulatan wilayah.
Ketegasan serupa dilanjutkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pada Oktober 2024, Badan Keamanan Laut (Bakamla) mengawal kapal penjaga pantai China keluar dari Laut Natuna Utara setelah mengganggu pekerjaan survei seismik yang dilakukan oleh Pertamina.
Pengamat menilai manuver Beijing tersebut adalah cara mereka menguji nyali pemerintahan baru Indonesia.
Tag
Berita Terkait
-
Minyak Dunia Tembus USD 120, APBN 2026 Terancam Jebol? Cek Faktanya
-
Pertempuran Udara: Iran Tembak Jatuh Pesawat Tanker AS di Langit Irak
-
AS Akui Tentaranya Tak Berdaya Kawal Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz
-
Spanyol Berani Lawan Gertakan Trump: Kami Tidak Takut!
-
Update Korban Serangan AS-Israel: 414 Wanita dan Anak Iran Tewas, Bayi 8 Bulan Jadi Korban
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
Terkini
-
Kekeringan di Gunungkidul, Warga Kemesu Terpaksa Jual Ternak Demi Beli Air
-
Gaji Naik, Korupsi Turun? Sebuah Asumsi yang Perlu Diuji
-
Duel Chelsea vs AC Milan di Stadion GBK Bakal Dipenuhi Pemain Bintang
-
Empat Penyidik Polisi Diperiksa dalam Kasus TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
2 Hujan Meteor Akhir Juli 2026 Hiasi Langit Indonesia! Ini Jadwalnya
-
Taiwan Buka Beasiswa Belajar Bahasa Mandarin untuk Lulusan SMA Indonesia, Dapat Uang Saku Bulanan!
-
4 Tips Kamar Tidur Menurut Fengshui Agar Cepat Menikah
-
Mitchell Baker Hat-trick! John Herdman Terkesan dengan Debut Bintang Baru Timnas
-
Pemerintah Tagih Komitmen Mazda Jadikan Indonesia Basis Ekspor ke Australia
-
Perbandingan Kulkas Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Unggul?