- Ahli digital forensik Rismon Sianipar mengakui keaslian ijazah Jokowi dan Gibran setelah kajian ulang mendalam.
- Perubahan sikap ini disampaikan Rismon setelah bertemu Gibran dan menemukan fitur pengaman fisik ijazah.
- Rismon akan menerbitkan buku antitesis sebagai koreksi atas tudingan pemalsuan ijazah dalam karya sebelumnya.
Pada kajian terbaru, ia memasukkan variabel geometri pencahayaan, intensitas cahaya, hingga konklusi dari jenis lensa yang digunakan saat pengambilan gambar ijazah tersebut.
Teknik ini memungkinkan Rismon menemukan jejak stempel yang sebelumnya tidak terlihat secara kasat mata pada foto ijazah yang beredar.
"Saya sampaikan ada tiga hal utama, emboss ada di pojok kiri bawah, watermark ada, dan fitur itu konsisten dengan apa yang di-upload dengan Dian Sandi Utama. Jangan bilang tidak ada, sedih saya," kata Rismon sebagaimana dilansir Antara.
Sebagai bentuk tanggung jawab profesional dan ilmiah atas kekeliruan analisis sebelumnya, Rismon menyatakan komitmennya untuk menerbitkan buku baru.
Buku ini akan diposisikan sebagai antitesis atau bantahan terhadap argumen-argumen yang ia bangun dalam buku "Jokowi's White Paper" dan "Gibran End Game".
Rismon merasa perlu meluruskan persepsi publik yang sempat terbangun akibat hasil penelitiannya yang dianggap tidak lengkap tersebut.
"Saya memang katakan kepada Mas Wapres, saya akan tuliskan koreksi saya terhadap penelitian saya yang tidak lengkap: Jokowi's White Paper dan Gibran End Game. Dan saya minta izin saya tuntaskan di kampung saya di Balige. Saya akan mempublikasikannya," katanya.
Proses penulisan buku antitesis ini direncanakan akan dilakukan secara fokus di Balige, Sumatera Utara.
Rismon memperkirakan proses penyusunan materi, pengolahan data forensik yang lebih komprehensif, hingga tahap finalisasi naskah akan memakan waktu sekitar enam bulan.
Baca Juga: Temui Gibran di Istana Wapres, Kini Rismon Sianipar Akui Ijazah Jokowi 100 Persen Asli
Dengan target waktu tersebut, ia berharap buku yang akan menjadi titik balik polemik ijazah ini dapat segera naik cetak dan dipublikasikan secara resmi pada tahun ini agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dari sisi digital forensik.
Berita Terkait
-
Temui Gibran di Istana Wapres, Kini Rismon Sianipar Akui Ijazah Jokowi 100 Persen Asli
-
Rismon Sianipar Tantang Roy Suryo Bedah Ijazah Jokowi, Temukan Bukti Forensik Stempel dan Emboss
-
Rismon Sianipar Mundur dari Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Kubu Roy Suryo Cium Aroma Kejanggalan
-
Bertemu di Istana Wapres, Gibran Rangkul dan Beri Hampers Lebaran Rismon Sianipar
-
Rismon Sianipar Minta Maaf Soal Ijazah Jokowi, Gibran: Ramadan Bulan Baik untuk Memaafkan
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
DPR Bocorkan 2 Nama Naturalisasi Baru Timnas: Mitchell Baker dan Luke Vickery Segera Jadi WNI!
-
Satgas PRR Perkuat Mitigasi Bencana Susulan di Titik Rawan Wilayah Terdampak
-
CELIOS Soroti Pendamping Presiden dalam Kunjungan Luar Negeri, Dinilai Abaikan Peran Diplomat
-
Sejarah Panjang Program Nuklir Iran dan Ketegangan dengan Amerika Serikat dari 1967 - 2026
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Megawati: Saya Bukan Musuh Prabowo!
-
PDIP Tegaskan Tutup Buku dengan Jokowi: Mau Pakai Jaket PSI, Itu Urusannya
-
Bos Blueray Akui Beri Rp 21 Miliar ke Dirjen Bea Cukai, KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan
-
Bahaya Konflik Kepentingan di Balik Dana Pribadi Prabowo untuk Diplomasi Luar Negeri
-
Pangi Syarwi: Kalau Bicara Gibran Lihat Jokowi di Belakangnya, Bisa Jadi Dia Presiden Malam Kan