- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menanggapi positif permintaan maaf Rismon Hasiholan Sianipar terkait tudingan ijazah palsu.
- Rismon Hasiholan Sianipar menemui Presiden Jokowi di Solo pada Kamis (12/3/2026) untuk meminta maaf langsung.
- Gibran menilai sikap Rismon yang meminta maaf dan bersedia meninjau pernyataan sebelumnya adalah kedewasaan berdemokrasi.
Suara.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menanggapi permintaan maaf yang disampaikan tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden Ketujuh Joko Widodo (Jokowi) Rismon Hasiholan Sianipar.
Putra sulung Jokowi itu menyebut bahwa bulan Ramadan menjadi waktu yang baik untuk saling memaafkan.
"Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan," kata Gibran dalam pernyataannya, Jumat (13/3/2026).
Gibran menghargai pernyataan dan sikap Rismon yang telah menyampaikan klarifikasi serta bersedia meninjau kembali pernyataan yang sebelumnya disampaikan kepada publik.
Langkah Rismon tersebut dinilai Gibran sebagai bentuk kedewasaan dalam berdemokrasi.
Sebelumnya, Rismon mengajukan restorative justice status tersangka terkait kasus tudingan ijazah palsu setelah menemui Jokowi di Solo, Jawa Tengah.
Kurang lebih 45 menit, Rismon dan kuasa hukumnya bertemu dan berbincang dengan Jokowi di dalam kediaman. Bertemu Jokowi, Rismon membawa oleh oleh berupa kain Ulos dan makanan.
Riamon mengaku kedatangannya ke rumah Jokowi untuk meminta maaf secara langsung kepada Jokowi terkait kasus ijazah palsu.
“Ya tentu. Saya pun minta maaf kepada publik, gitu loh. Apalagi kepada pihak terkait seperti Bapak Joko Widodo," terangnya saat ditemui, Kamis (12/3/2026).
Baca Juga: Vidi Aldiano Meninggal, Wapres Gibran: Indonesia Kehilangan Talenta Muda!
Rismon menegaskan siap dicaci maki oleh banyak publik dengan keputusannya ini. Karena itu sebagai pertanggungjawaban sebagai peneliti independen.
"Itulah pertanggung jawaban seorang peneliti yang harus independen yang siap dicerca, dihina dengan narasi-narasi sesuka mereka. Meskipun narasi mereka tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah seperti saya yang menyajikan buku Jokowi's White Paper, yang saya tantang secara terbuka untuk dikoreksi dan dibentuk dalam buku juga," jelas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Jelang Lebaran, Prabowo Larang Keras Menteri dan Pejabat Gelar Open House Mewah
-
YLBHI: Negara Wajib Ungkap Pelaku Teror Andrie Yunus dan Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan
-
Prabowo - Gibran Zakat di Istana! Baznas Gaspol Kejar Target Rp60 Triliun Demi Berantas Kemiskinan
-
Posko THR Kemnaker Terima 1.134 Konsultasi, Hari Ini Layanan Aduan Mulai Dibuka
-
Perjuangan HAM Tak Berhenti Usai Penyerangan Andrie Yunus, KontraS: We keep moving forward, Tatakae!
-
Ajak Warga Ikut Bongkar Pelaku Teror Air Keras Aktivis KontraS, Polri: Identitas Kami Lindungi
-
OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Diduga Terkait Penerimaan dari Sejumlah Proyek
-
Cegah Kecelakaan Saat Mudik, Kemnaker Periksa Kesehatan dan Kelelahan Pengemudi di 6 Kota
-
Prabowo Minta Pengusaha Batu Bara dan Kelapa Sawit Prioritaskan Kebutuhan Nasional
-
Feri Amsari: Negara Harus Ungkap Pelaku Serangan Andrie Yunus atau Dianggap Bagian dari Kejahatan