- Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, dukung pengadaan rudal BrahMos untuk modernisasi alutsista maritim Indonesia.
- Pengadaan rudal hasil kolaborasi India-Rusia ini harus berlandaskan kepentingan nasional dan prinsip politik luar negeri bebas aktif.
- Perlu adanya integrasi teknis rudal dengan sistem TNI eksisting serta diplomasi untuk mitigasi potensi sanksi AS.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, memberikan tanggapan strategis terkait langkah pemerintah Indonesia yang memperkuat lini pertahanan maritim melalui pengadaan sistem rudal BrahMos.
Langkah ini dipandang sebagai upaya krusial dalam memodernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) guna menghadapi dinamika geopolitik yang kian fluktuatif di kawasan Indo-Pasifik.
Dave menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil dalam kerja sama militer internasional harus selalu berpijak pada marwah kemandirian bangsa.
"Setiap langkah Indonesia dalam kerja sama pertahanan senantiasa berlandaskan pada kepentingan nasional, kedaulatan negara, dan prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif," ujar Dave dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Sabtu (14/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa akuisisi rudal hasil kolaborasi India dan Rusia tersebut merupakan bagian dari peta jalan besar untuk memperkokoh benteng pertahanan laut Indonesia.
"Kesepakatan dengan India terkait sistem rudal BrahMos, sebagaimana diberitakan, harus dipahami sebagai bagian dari strategi memperkuat kemampuan pertahanan kita secara menyeluruh, terutama di wilayah maritim yang memiliki nilai strategis tinggi bagi keamanan dan stabilitas kawasan," lanjut Dave.
Selain aspek penguatan, Komisi I DPR RI juga menyoroti aspek teknis yang mendalam, terutama terkait kesesuaian teknologi baru dengan perangkat yang sudah dimiliki TNI saat ini.
Dave menyebutkan bahwa integrasi sistem menjadi kunci utama agar rudal supersonik tersebut dapat beroperasi secara optimal dalam skema pertempuran modern.
"Kami juga menyadari adanya tantangan teknis, seperti integrasi dengan sistem radar dan CMS yang sudah ada. Hal ini menjadi perhatian bersama agar interoperabilitas tidak terganggu dan efektivitas tempur tetap terjaga," ungkap politisi Partai Golkar tersebut.
Baca Juga: Indonesia Beli Rudal BrahMos, Barat Ketar-ketir! Bisa Tenggelamkan Kapal Induk dalam Hitungan Detik
Meskipun terdapat kendala integrasi, parlemen optimis bahwa sinergi antara pemerintah dan mitra strategis akan mampu mengejawantahkan solusi yang efektif secara bertahap.
Di sisi lain, Indonesia juga dihadapkan pada risiko geopolitik berupa potensi sanksi dari Amerika Serikat melalui undang-undang CAATSA yang menyasar aliansi teknologi dengan Rusia.
Menanggapi hal tersebut, Dave menekankan pentingnya diplomasi yang piawai agar kebutuhan pertahanan nasional tidak terkooptasi oleh persaingan kekuatan besar dunia.
"Prinsip kami jelas, yaitu Indonesia tidak ingin terjebak dalam rivalitas geopolitik, melainkan ingin memastikan bahwa kebutuhan pertahanan dapat terpenuhi tanpa mengorbankan hubungan baik dengan negara mana pun," tegasnya.
DPR RI berjanji akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara ketat untuk memastikan bahwa setiap risiko sanksi internasional telah dikalkulasi secara cermat oleh pemerintah.
Melalui penguatan sektor laut, Indonesia diharapkan mampu memantapkan posisinya sebagai kekuatan yang disegani sekaligus menjadi penyeimbang stabilitas di kawasan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
London Mencekam, Warga Yahudi Jadi Korban Penusukan Brutal
-
Donald Trump: Raja Charles Akan Bantu AS Lawan Iran
-
Akademisi Sorot Rencana Akses Pesawat Asing: Negara Harus Pegang Teguh Politik Bebas Aktif
-
Guru California Kirim Email Perpisahan ke Keluarga Sebelum Coba Bunuh Donald Trump
-
Sudah Overload, Pembuangan Sampah DKI ke Bantargebang Bakal Dipangkas 50 Persen
-
China Luncurkan Hiu Biru, Jet Tempur Siluman Penantang Pesawat F-35 Amerika Serikat
-
Alarm Bumi! Antartika Mulai Mencair dari Bawah, Ilmuwan Ungkap Ancaman Besar
-
Drama di Laut Mediterania! Militer Israel Hadang Armada Kemanusiaan Menuju Gaza
-
Iran Murka! AS Masih Tahan 22 Awak Kapal Touska, Teheran Siapkan Balas Dendam
-
Kasus Kekerasan di Daycare Baby Preneur Aceh, Polisi Tetapkan 3 Tersangka