News / Internasional
Minggu, 15 Maret 2026 | 04:38 WIB
Drone Iran Shahed-136
Baca 10 detik
  • Iran menggunakan drone Shahed-136 murah untuk menguras anggaran militer triliunan rupiah milik Amerika.

  • Biaya perang Amerika Serikat melawan Iran diperkirakan mencapai Rp33 triliun dalam satu hari.

  • Strategi perang atrisi Iran terbukti efektif menciptakan kerugian ekonomi besar bagi pihak lawan.

Memasuki hari ke-15 pada Sabtu (14/3), posisi militer Iran terpantau masih sangat kokoh di medan laga.

Meskipun Amerika Serikat mendapat sokongan dari Australia dan Prancis, upaya menaklukkan Teheran masih menemui jalan buntu.

Kondisi ini memicu kekhawatiran serius di kalangan anggota parlemen Amerika Serikat terkait pembengkakan biaya operasi militer.

Laporan media MS NOW menyebutkan dua anggota Kongres mulai mempertanyakan efektivitas anggaran perang yang terus melonjak.

Diperkirakan total dana yang digelontorkan Washington mencapai angka 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp16,8 triliun harian.

Bahkan Politico melansir informasi dari pihak Republikan bahwa Pentagon bisa menghabiskan hingga Rp33 triliun per hari.

Forbes menyebutkan bahwa mayoritas pengeluaran tersebut tersedot untuk memenuhi kebutuhan amunisi sistem pertahanan udara Amerika.

Lembaga CSIS memperkirakan kebutuhan dana untuk amunisi saja menyentuh angka 758 juta dolar atau Rp12,7 triliun sehari.

Sebagai perbandingan, satu unit rudal Tomahawk milik Amerika dibanderol dengan harga antara Rp33 miliar hingga Rp50 miliar.

Baca Juga: Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield

Sementara itu biaya pengadaan untuk 100 unit drone kamikaze hanya memerlukan dana sekitar 3,5 juta dolar saja.

Angka-angka tersebut menunjukkan ketimpangan yang luar biasa jika dibandingkan dengan modal perang yang dikeluarkan pihak Iran.

Amunisi yang dikirimkan Iran untuk memancing reaksi pertahanan udara Amerika Serikat harganya hanya ratusan dolar per unit.

Pesawat nirawak andalan mereka yakni Shahed-136 diperkirakan hanya memiliki nilai jual sekitar Rp338 juta hingga Rp843 juta.

Para analis militer menyimpulkan bahwa Teheran sedang menjalankan strategi perang atrisi atau pengikisan kekuatan ekonomi lawan.

Strategi ini bertujuan menciptakan tekanan psikologis dan finansial yang berat tanpa perlu masuk ke perang konvensional.

Load More