-
Iran menggunakan drone Shahed-136 murah untuk menguras anggaran militer triliunan rupiah milik Amerika.
-
Biaya perang Amerika Serikat melawan Iran diperkirakan mencapai Rp33 triliun dalam satu hari.
-
Strategi perang atrisi Iran terbukti efektif menciptakan kerugian ekonomi besar bagi pihak lawan.
Memasuki hari ke-15 pada Sabtu (14/3), posisi militer Iran terpantau masih sangat kokoh di medan laga.
Meskipun Amerika Serikat mendapat sokongan dari Australia dan Prancis, upaya menaklukkan Teheran masih menemui jalan buntu.
Kondisi ini memicu kekhawatiran serius di kalangan anggota parlemen Amerika Serikat terkait pembengkakan biaya operasi militer.
Laporan media MS NOW menyebutkan dua anggota Kongres mulai mempertanyakan efektivitas anggaran perang yang terus melonjak.
Diperkirakan total dana yang digelontorkan Washington mencapai angka 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp16,8 triliun harian.
Bahkan Politico melansir informasi dari pihak Republikan bahwa Pentagon bisa menghabiskan hingga Rp33 triliun per hari.
Forbes menyebutkan bahwa mayoritas pengeluaran tersebut tersedot untuk memenuhi kebutuhan amunisi sistem pertahanan udara Amerika.
Lembaga CSIS memperkirakan kebutuhan dana untuk amunisi saja menyentuh angka 758 juta dolar atau Rp12,7 triliun sehari.
Sebagai perbandingan, satu unit rudal Tomahawk milik Amerika dibanderol dengan harga antara Rp33 miliar hingga Rp50 miliar.
Baca Juga: Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Sementara itu biaya pengadaan untuk 100 unit drone kamikaze hanya memerlukan dana sekitar 3,5 juta dolar saja.
Angka-angka tersebut menunjukkan ketimpangan yang luar biasa jika dibandingkan dengan modal perang yang dikeluarkan pihak Iran.
Amunisi yang dikirimkan Iran untuk memancing reaksi pertahanan udara Amerika Serikat harganya hanya ratusan dolar per unit.
Pesawat nirawak andalan mereka yakni Shahed-136 diperkirakan hanya memiliki nilai jual sekitar Rp338 juta hingga Rp843 juta.
Para analis militer menyimpulkan bahwa Teheran sedang menjalankan strategi perang atrisi atau pengikisan kekuatan ekonomi lawan.
Strategi ini bertujuan menciptakan tekanan psikologis dan finansial yang berat tanpa perlu masuk ke perang konvensional.
Fokus utama dari langkah Iran ini adalah menjebak musuh dalam konflik berkepanjangan yang menghabiskan banyak biaya.
Dengan memanfaatkan kekuatan proksi di berbagai titik, Iran mampu menjalankan taktik perang asimetris secara efektif.
Dunia internasional kini menyoroti bagaimana teknologi murah mampu merepotkan negara dengan anggaran militer terbesar di dunia.
Keberlanjutan perang ini sangat bergantung pada seberapa lama Amerika Serikat mampu menanggung beban finansial yang ada.
Hingga saat ini belum ada solusi diplomatik yang mampu meredam ketegangan di wilayah yang penuh konflik tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Resmi Latih Italia, Roberto Mancini Dibuat Frustasi oleh Shin Tae-yong dan Timnas Indonesia
-
Keruwetan Aturan Rokok, Bikin Investasi di Industri Hasil Tembakau Seret
-
Ganti 13.000 KM Pipa Tua Jakarta, PAM Jaya Siapkan Proyek Jumbo Rp22,8 Triliun
-
BUKA Kantongi Pendapatan Rp 4 T di Semester I 2026, Ditopang Segmen Gaming
-
Tragedi Menyalip di Sampang: Ibu Muda Tewas Terhempas, Bayi 8 Bulan Alami Patah Tulang
-
Dari Rollover hingga Digital Trust, Begini Strategi Indosat Menindaklanjuti Putusan MK
-
Debut Gila Mitchell Baker, Media Vietnam: Ancaman Serius, Senjata Mematikan Timnas Indonesia
-
4 Zodiak yang Diprediksi Menarik Keberuntungan Hari Ini 29 Juli 2026, Kamu Termasuk?
-
Ke Depan Tak Ada Lagi Kecelakaan Kereta Api , KAI Kembangkan Teknologi Baru
-
Petaka MBG: 211 Siswa Kediri Tumbang Keracunan, Program Dihentikan Sementara