News / Internasional
Minggu, 15 Maret 2026 | 10:53 WIB
Benjamin Netanyahu (Kantor Berita Iran)
Baca 10 detik
  • Video Benjamin Netanyahu diduga hasil AI karena memiliki enam jari tangan dalam rekaman viral.

  • Aktivitas media sosial Netanyahu menurun drastis memicu spekulasi mengenai kondisi kesehatan aslinya sekarang.

  • Belum ada konfirmasi resmi pemerintah Israel terkait rumor cedera atau kematian sang Perdana Menteri.

Perbandingan aktivitas media sosial ini memberikan gambaran adanya sesuatu yang sedang disembunyikan oleh pihak otoritas terkait.

"Netanyahu di perang 12 hari yang terjadi pada Juni dan Juli 2025, mengunggah setidaknya satu postingan setiap hari."

Tercatat total ada 32 unggahan yang mayoritas berupa video testimoni langsung dari dirinya pada masa konflik tersebut.

Namun kondisi pada peperangan kali ini menunjukkan anomali yang sangat kontradiktif dengan kebiasaan lama sang pemimpin.

Jumlah konten yang dibagikan menurun hingga lebih dari lima puluh persen dibandingkan dengan periode masa lalu.

Saat ini sudah memasuki hari ketiga tanpa ada satu pun unggahan baru yang muncul di kanal komunikasi pribadinya.

Hal ini memicu pertanyaan besar mengenai di mana keberadaan fisik pria yang memimpin pemerintahan Israel tersebut sebenarnya.

Para pakar komunikasi digital menyebutkan bahwa video terakhir yang beredar memiliki indikasi kuat buatan sistem algoritma komputer.

Berbeda dengan masa lalu kini konten yang muncul lebih didominasi oleh format teks tertulis tanpa wajah.

Baca Juga: Update Korban Perang AS-Iran 15 Maret 2026, Hampir 1000 Orang dan Ratusan Anak Tewas

Kalaupun ada video yang muncul tidak ada indikator waktu atau lokasi yang jelas untuk memverifikasi keasliannya.

Hingga detik ini belum ada pernyataan klarifikasi yang memadai dari jajaran pemerintahan terkait isu kesehatan ini.

Situasi vakum informasi ini membuat spekulasi mengenai cedera parah atau kemungkinan kematiannya semakin berkembang luas di masyarakat.

Masyarakat global terus menunggu bukti nyata berupa kemunculan fisik secara langsung untuk meredam segala macam teori konspirasi.

Fenomena penggunaan AI dalam propaganda politik kini menjadi ancaman serius bagi kebenaran informasi di era digital.

Load More