- Kemenkes menyiapkan cek kesehatan gratis untuk pengemudi umum selama mudik Lebaran 2026 untuk menjamin keselamatan perjalanan.
- Kemenkes memperkuat layanan medis di titik rawan kecelakaan melalui sinergi dengan Kementerian Perhubungan untuk penanganan insiden cepat.
- Arus mudik 2026 diprediksi lebih tersebar karena periode libur panjang dan kebijakan kerja fleksibel yang telah ditetapkan.
Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan sejumlah langkah untuk menekan risiko kecelakaan selama arus mudik Lebaran 2026. Salah satu upaya yang disiapkan adalah pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengemudi kendaraan umum.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan para pengemudi berada dalam kondisi fisik yang layak saat membawa penumpang selama masa mudik.
“Pengemudi kendaraan umum akan diberikan cek kesehatan gratis, sesuai program bapak Presiden Prabowo, agar dipastikan kondisi mereka sehat saat mengendarai kendaraan,” kata Budi dalam pernyataannya, ditulis Senin (16/3/2026).
Menurutnya, kondisi kesehatan pengemudi menjadi salah satu faktor penting dalam keselamatan perjalanan, terutama ketika volume kendaraan meningkat drastis selama periode mudik.
Selain pemeriksaan kesehatan bagi sopir, Kemenkes juga memperkuat layanan medis di titik-titik rawan kecelakaan. Langkah ini dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk mempercepat penanganan jika terjadi insiden di jalan.
Budi juga mengapresiasi para petugas yang akan bertugas selama periode mudik. Ia berharap berbagai langkah pencegahan yang dilakukan dapat terus menekan angka kecelakaan yang selama ini menunjukkan tren menurun.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas yang bertugas. Jumlah kecelakaan dari tahun ke tahun terus menurun, dari sekitar 4.000 kasus menjadi sekitar 3.000 kasus tahun lalu. Mudah-mudahan tahun ini bisa turun lagi,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno memperkirakan arus mudik tahun ini akan lebih tersebar karena periode libur yang cukup panjang.
Ia menjelaskan, jadwal libur dimulai dari cuti bersama Aparatur Sipil Negara (ASN), disambung dengan Hari Raya Nyepi, hingga Idul Fitri. Selain itu, kebijakan kerja fleksibel juga diperkirakan membuat pemudik tidak berangkat pada waktu yang bersamaan.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026: Kemenhub Prediksi 143 Juta Pergerakan, Pakar UGM Ingatkan Keselamatan
“Rentang mudik tahun ini cukup panjang. Mulai dari cuti bersama ASN yang disambung dengan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, serta kebijakan kerja fleksibel. Dengan rentang waktu yang panjang ini, kami berharap distribusi pemudik bisa lebih merata dan tidak tertumpuk pada hari-hari tertentu,” ujar Pratikno.
Dari pelaksanaan mudik lebaran tahun lalu, pemerintah mencatat kalau tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan mudik sangat tinggi. Pratikno berharap, pelaksanaan mudik tahun ini bisa lebih baik.
"Meski demikian, kita tetap mengantisipasi berbagai kemungkinan seperti kondisi cuaca dan hal-hal tak terduga lainnya, sehingga diperlukan sinergi semua pihak untuk bekerja responsif dan melayani masyarakat dengan ramah,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga
-
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat
-
Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti