News / Nasional
Senin, 16 Maret 2026 | 14:08 WIB
Andrie Yunus, (Wikipedia)
Baca 10 detik
  • Polda Metro Jaya mengungkap jejak pelarian pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus di Salemba, Jakarta Pusat, Kamis malam.
  • Para pelaku melarikan diri menggunakan dua sepeda motor dan berpencar menuju berbagai arah seperti Senen, Matraman, dan Jatinegara.
  • Penyidik menganalisis 86 titik CCTV dengan total 2.610 rekaman untuk memetakan rute pelarian pelaku ke beberapa wilayah.

Suara.com - Polda Metro Jaya mengungkap jejak pelarian para pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus. Berdasarkan penelusuran rekaman kamera pengawas atau CCTV, para pelaku melarikan diri secara berpencar setelah melakukan serangan di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan penyidik telah memetakan rute pelarian para pelaku berdasarkan rekaman CCTV di sejumlah titik.

Serangan terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat. Setelah menyiramkan cairan yang diduga sebagai zat kimia asam ke arah korban, para pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.

“Pelaku melarikan diri dengan dua sepeda motor dan berpencar ke arah yang berbeda,” jelas Iman saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (16/3/2026).

Berdasarkan rekaman CCTV, dua pelaku melarikan diri dengan melawan arus dari Jalan Salemba menuju kawasan Senen. Mereka kemudian bergerak melalui Jalan Kramat Raya hingga kawasan Gondangdia sebelum menuju wilayah Jakarta Selatan.

Sementara dua pelaku lainnya kabur melalui jalur berbeda menuju kawasan Matraman hingga Jatinegara. Dari penelusuran CCTV, mereka kemudian terdeteksi bergerak ke arah Jalan Otto Iskandardinata di Jakarta Timur.

Dalam proses pelarian tersebut, polisi juga menemukan indikasi bahwa salah satu pelaku sempat mengganti pakaian untuk menghilangkan jejak.

Dari analisis lanjutan terhadap rekaman CCTV dan perangkat komunikasi, penyidik menduga para pelaku kemudian berpencar menuju beberapa wilayah, antara lain Kalibata, Ragunan, hingga Bogor.

Untuk mengungkap kasus ini, polisi telah membentuk tim gabungan yang melibatkan penyidik Polres Metro Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya, serta Badan Reserse Kriminal Polri.

Baca Juga: Fakta Baru Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: Pelaku 4 Orang, Sudah Diintai dari Depan KFC Cikini

Tim penyidik, kata Iman, juga telah menganalisis rekaman dari puluhan kamera pengawas di sepanjang jalur yang diduga dilalui para pelaku.

“Sebanyak 86 titik CCTV kami analisis dengan total 2.610 rekaman video berdurasi sekitar 10.320 menit,” ujarnya.

Rekaman tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari kamera tilang elektronik, kamera milik pemerintah daerah, hingga CCTV milik warga dan perkantoran di sepanjang jalur pelarian.

"Kami sangat bersyukur dengan banyaknya CCTV yang terpasang di jalur-jalur utama maupun di jalur-jalur alternatif yang ada di wilayah Jakarta, ini sangat membantu pengungkapan atau proses penyelidikan dan penyidikan yang kami lakukan," pungkas Iman.

Load More