- Polda Metro Jaya mengungkap jejak pelarian pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus di Salemba, Jakarta Pusat, Kamis malam.
- Para pelaku melarikan diri menggunakan dua sepeda motor dan berpencar menuju berbagai arah seperti Senen, Matraman, dan Jatinegara.
- Penyidik menganalisis 86 titik CCTV dengan total 2.610 rekaman untuk memetakan rute pelarian pelaku ke beberapa wilayah.
Suara.com - Polda Metro Jaya mengungkap jejak pelarian para pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus. Berdasarkan penelusuran rekaman kamera pengawas atau CCTV, para pelaku melarikan diri secara berpencar setelah melakukan serangan di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan penyidik telah memetakan rute pelarian para pelaku berdasarkan rekaman CCTV di sejumlah titik.
Serangan terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat. Setelah menyiramkan cairan yang diduga sebagai zat kimia asam ke arah korban, para pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
“Pelaku melarikan diri dengan dua sepeda motor dan berpencar ke arah yang berbeda,” jelas Iman saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (16/3/2026).
Berdasarkan rekaman CCTV, dua pelaku melarikan diri dengan melawan arus dari Jalan Salemba menuju kawasan Senen. Mereka kemudian bergerak melalui Jalan Kramat Raya hingga kawasan Gondangdia sebelum menuju wilayah Jakarta Selatan.
Sementara dua pelaku lainnya kabur melalui jalur berbeda menuju kawasan Matraman hingga Jatinegara. Dari penelusuran CCTV, mereka kemudian terdeteksi bergerak ke arah Jalan Otto Iskandardinata di Jakarta Timur.
Dalam proses pelarian tersebut, polisi juga menemukan indikasi bahwa salah satu pelaku sempat mengganti pakaian untuk menghilangkan jejak.
Dari analisis lanjutan terhadap rekaman CCTV dan perangkat komunikasi, penyidik menduga para pelaku kemudian berpencar menuju beberapa wilayah, antara lain Kalibata, Ragunan, hingga Bogor.
Untuk mengungkap kasus ini, polisi telah membentuk tim gabungan yang melibatkan penyidik Polres Metro Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya, serta Badan Reserse Kriminal Polri.
Baca Juga: Fakta Baru Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: Pelaku 4 Orang, Sudah Diintai dari Depan KFC Cikini
Tim penyidik, kata Iman, juga telah menganalisis rekaman dari puluhan kamera pengawas di sepanjang jalur yang diduga dilalui para pelaku.
“Sebanyak 86 titik CCTV kami analisis dengan total 2.610 rekaman video berdurasi sekitar 10.320 menit,” ujarnya.
Rekaman tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari kamera tilang elektronik, kamera milik pemerintah daerah, hingga CCTV milik warga dan perkantoran di sepanjang jalur pelarian.
"Kami sangat bersyukur dengan banyaknya CCTV yang terpasang di jalur-jalur utama maupun di jalur-jalur alternatif yang ada di wilayah Jakarta, ini sangat membantu pengungkapan atau proses penyelidikan dan penyidikan yang kami lakukan," pungkas Iman.
Berita Terkait
-
Fakta Baru Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: Pelaku 4 Orang, Sudah Diintai dari Depan KFC Cikini
-
Aktivis Senior Bongkar Sosok Rismon Sianipar: Sejak Awal Curiga Dia Agen yang Disusupkan
-
Sempat Terkecoh Foto AI Pelaku Kasus Andrie Yunus di Medsos, Habiburokhman Minta Polri Counter Hoaks
-
Tim Pencari Fakta Belum Dibentuk, DPR Beri Waktu Polri Usut Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
Aktivis HAM Indonesia: Pekerjaan Paling Berbahaya dengan Nyawa Taruhannya
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
Terkini
-
Fakta Baru Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: Pelaku 4 Orang, Sudah Diintai dari Depan KFC Cikini
-
H-5 Lebaran, 10 Ribu Orang Sudah Tinggalkan Jakarta dari Terminal Kampung Rambutan
-
Usai OTT Bupati, KPK Ungkap Catatan Merah Pengadaan Barang dan Jasa di Rejang Lebong
-
Trump Minta Bantuan Sekutu Amankan Selat Hormuz, Jepang hingga Australia Enggan Kirim Kapal
-
Anomali Lelang KPK, Mengapa Dua HP OPPO Harga Rp73 Ribu Bisa Terjual Rp59 Juta?
-
Aktivis Senior Bongkar Sosok Rismon Sianipar: Sejak Awal Curiga Dia Agen yang Disusupkan
-
DPRD Kota Bogor Bahas Program dan Target PDAM Tirta Pakuan untuk Tahun 2026
-
Presiden AS Donald Trump: Setelah Iran Selesai, Selanjutnya Kuba
-
Iran Ringkus 500 Mata-mata Musuh, Terlibat Bocorkan Data Serangan Pasca Gugurnya Khamenei
-
KPK Sita Uang Rp 1 Miliar dari Rumah Kadis PUPR Rejang Lebong