- Seorang nenek berusia 60 tahun bernama Aca dari Karawang mudik ke Sumatera Selatan menggunakan bus.
- Nenek Aca melakukan perjalanan ini untuk merayakan Lebaran dan bertemu cucunya yang sudah lama dinanti.
- Biaya total tiket bus untuk tiga orang mencapai hampir Rp1,5 juta, disiapkan dari usaha kuliner.
Suara.com - Di tengah keriuhan arus mudik yang mulai memadati Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, seorang perempuan paruh baya duduk menanti bus yang akan membawanya melintasi Selat Sunda.
Sosok bersahaja itu adalah Aca, seorang nenek berusia 60 tahun asal Karawang yang bersiap menempuh perjalanan jauh menuju Sumatera Selatan.
Bukan tanpa alasan, Aca memilih meninggalkan rutinitasnya di Karawang demi merayakan hari kemenangan di kediaman sang buah hati.
"Pengin Lebaran di tempat anak gitu, kumpul," tuturnya dengan nada bicara lembut.
Kepergiannya kali ini terasa sangat istimewa, karena Aca membawa misi rindu untuk menemui cucu tercinta yang telah lama tidak ia dekap.
"Udah ada cucu di sana," ungkapnya mengonfirmasi alasan utama perjalanan mudik.
Demi mewujudkan pertemuan tersebut, Aca yang sehari-harinya bergelut dengan kepul asap dapur ini harus bekerja lebih keras.
Perempuan tangguh ini menyandarkan hidupnya pada usaha kuliner sederhana di pinggiran jalan Karawang untuk menyambung hidup.
"Ibu ya cuma jualan sarapan. Jualan nasi uduk, lontong sayur, gitu," kisah Aca mengenai profesinya.
Baca Juga: Penampakan Stasiun Pasar Senen Dipenuhi Ribuan Pemudik, Lebih 23 Ribu Penumpang Berangkat Hari Ini
Upah dari setiap porsi nasi uduk dan lontong sayur yang terjual Aca sisihkan sedikit demi sedikit ke dalam tabungan khususnya.
Persiapan finansial untuk perjalanan ini pun tidak dilakukan secara mendadak, melainkan sudah direncanakan jauh-jauh sebelum bulan Ramadan tiba.
Aca mengaku harus merogoh kocek yang cukup dalam untuk memesan tiket bus bagi tiga orang anggota keluarganya yang kali ini ikut serta.
"Tadi Rp1,4 juta, bertiga. Ya hampir Rp1,5 juta," ungkapnya merinci biaya transportasi yang dibutuhkan untuk sampai ke seberang pulau Jawa.
Meskipun harga tiket mengalami kenaikan menjelang hari raya, Aca tetap bersyukur karena kenaikannya dianggap masih dalam batas wajar.
Perjalanan ke Belitang ini sendiri menjadi momen yang sangat dinantikan setelah sekian lama ia tertahan oleh situasi sulit beberapa tahun lalu.
Terakhir kali Aca menginjakkan kaki di rumah anaknya adalah sesaat sebelum dunia dilanda krisis kesehatan global.
"Terakhir kali pas mau Corona itu, dulu dari sana pulang ke sini, ke Karawang," kenangnya mengenai memori terakhir di tahun 2020.
Kini, dengan semangat yang tak luntur oleh usia, Aca hanya berharap bisa segera sampai dan menikmati suasana khidmat lebaran bersama sang anak di kampung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan
-
Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia
-
Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi
-
Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir
-
Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan
-
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda
-
Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi
-
Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan