- Polda Metro Jaya menganalisis 86 titik CCTV (2.610 video, 10.320 menit) untuk kasus penyerangan Andrie Yunus pada 12 Maret.
- Pelaku diduga terencana, terdeteksi mengikuti korban dari Jakarta Selatan hingga lokasi kejadian di Jalan Salemba 1.
- Kepolisian fokus pada investigasi ilmiah untuk mengungkap empat terduga pelaku yang menggunakan dua motor.
Lebih lanjut, Kombes Pol Iman Imanuddin menjelaskan bahwa tim di lapangan mendeteksi keberadaan empat orang yang mencurigakan.
Dia menduga ada empat orang terduga pelaku yang menggunakan dua sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini. Kemudian, mengikuti korban yang bergerak menuju Jalan Diponegoro dan selanjutnya ke arah Jalan Salemba 1.
Rangkaian pergerakan ini terekam secara estafet dari satu kamera ke kamera lainnya, membentuk sebuah kronologi digital yang utuh.
Detik-detik terjadinya tindak kriminal tersebut juga berhasil didokumentasikan melalui perangkat pengawas di sekitar lokasi kejadian.
"Saat kejadian pada Kamis (12/3) pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba 1 persimpangan Jalan Talang wilayah Jakarta Pusat, di sana tempat kejadian perkara terjadi dan puji syukur kita memperoleh rekaman CCTV dengan gambar yang cukup jelas sehingga ini sangat membantu di dalam proses penyelidikan dan penyidikan kami," kata Iman.
Keberadaan infrastruktur smart city di Jakarta terbukti menjadi tulang punggung dalam pengungkapan kasus-kasus menonjol.
Iman juga bersyukur dengan banyaknya CCTV yang terpasang di jalur-jalur utama maupun di jalur-jalur alternatif yang ada di wilayah Jakarta sangat membantu pengungkapan atau proses penyelidikan dan penyidikan yang sedang dilakukan.
Kualitas gambar yang dihasilkan juga menjadi faktor penentu dalam mengidentifikasi wajah maupun nomor polisi kendaraan yang digunakan pelaku.
Kejelasan visual dari rekaman tersebut memberikan optimisme bagi penyidik untuk segera mengakhiri pelarian para pelaku.
Baca Juga: Investigasi TAUD: Pelaku Penyiraman Andrie Yunus Diduga Ikut Terkena Cipratan Air Keras
"Apalagi pada beberapa titik atau sebagian besar titik CCTV yang terpasang di wilayah Jakarta memiliki resolusi yang cukup tinggi sehingga pada beberapa tempat dapat diperoleh gambar yang cukup jelas," katanya.
Polda Metro Jaya berkomitmen mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus.
Kasus ini mendapatkan atensi luas dari publik karena menyasar figur pejuang hak asasi manusia, yang secara tidak langsung memberikan tekanan pada iklim demokrasi di Indonesia.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (15/3), menyatakan bahwa penyelidik tengah bekerja ekstra keras di lapangan.
Kepolisian memastikan bahwa seluruh prosedur dijalankan secara profesional dengan mengedepankan bukti-bukti ilmiah yang tidak terbantahkan.
"Fokus utama Kepolisian adalah mengungkap identitas serta menangkap pelaku dibalik aksi kriminal yang mencederai demokrasi tersebut melalui pendekatan 'scientific crime investigation'," katanya.
Berita Terkait
-
Investigasi TAUD: Pelaku Penyiraman Andrie Yunus Diduga Ikut Terkena Cipratan Air Keras
-
TAUD Desak Polisi Lacak Pembuat Foto AI Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus
-
Polisi Ungkap Rute Pelarian Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus
-
Polisi Uji Helm dan Botol Air Keras di Kasus Andrie Yunus, Cari Sidik Jari Pelaku
-
Dari Munir hingga Andrie Yunus, Ini Deretan Teror terhadap Aktivis di Indonesia
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular