- Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto, menyoroti tantangan besar pengelolaan arus mudik 2026 di Indonesia.
- Diperkirakan 100,3 juta pemudik akan menggunakan kendaraan pribadi, didominasi mobil dan sepeda motor.
- Penyelesaian masalah signifikan adalah tingginya volume pemudik motor, sekitar 24 juta orang, yang perlu diatasi.
Suara.com - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sofwan Dedy Ardyanto, menilai pengelolaan arus mudik di Indonesia masih menghadapi tantangan besar.
Salah satu masalah utama adalah tingginya ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi, terutama sepeda motor.
Menurut Sofwan, tradisi mudik bukan hanya fenomena di Indonesia. Ia menyebut berbagai negara memiliki tradisi serupa seperti “chunyun” di China atau perjalanan pulang saat hari raya di negara lain.
“Mudik, balik kampung, chunyun, atau istilah lainnya adalah tradisi global yang memiliki tema sama, yakni pulang ke kampung halaman secara serentak saat masa libur atau hari raya,” ujar Sofwan dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2026).
Sofwan mengungkapkan bahwa arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan melibatkan sekitar 143,9 juta orang.
Namun, sebagian besar pemudik masih memilih menggunakan kendaraan pribadi dibanding angkutan umum.
“Sekitar dua pertiga pemudik akan menggunakan kendaraan pribadi, yaitu mobil 52,98 persen dan sepeda motor 16,74 persen,” tulisnya.
Jika dihitung secara keseluruhan, sekitar 100,3 juta orang diperkirakan tidak menggunakan transportasi publik.
Kondisi ini menunjukkan masih terbatasnya daya tarik layanan angkutan umum bagi masyarakat.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026, KAI Sebut 300 Ribu Tiket Kereta Masih Tersedia
Sofwan menilai pembangunan infrastruktur jalan tol memang membantu mobilitas pemudik, terutama lewat proyek Tol Trans Jawa dan Tol Trans Sumatera.
Namun persoalan besar justru terletak pada tingginya jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor.
“Tahun ini diperkirakan ada sekitar 24 juta orang mudik dengan sepeda motor. Ini yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi negara,” ujarnya.
Pemerintah sendiri telah menjalankan program kereta api motor gratis atau motis dengan kuota 11.900 sepeda motor.
Meski demikian, Sofwan menilai jumlah tersebut masih jauh dari cukup untuk menekan angka pemudik motor secara signifikan.
Dalam analisanya, Sofwan juga membandingkan mudik di Indonesia dengan fenomena Chunyun di China.
Berita Terkait
-
Mudik Lebaran 2026, KAI Sebut 300 Ribu Tiket Kereta Masih Tersedia
-
Di Balik Ramainya Mudik Lebaran, Ada Porter yang Hanya Bisa Pulang Sehari
-
PLN Bagikan Tips Agar Listrik Rumah Tetap Aman Saat Tinggalkan Rumah Mudik Lebaran
-
Askrindo Gandeng Pelni-PLN, Fasilitasi Mudik Gratis 2026 Rute Balikpapan-Surabaya
-
Dukung Mudik Lebaran 2026, BRI Siapkan Posko Mudik BRImo di 5 Titik Rest Area Tol Jakarta - Jawa
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Dua Kali Sehari! Modus Obat Batuk dan Kunciran Rambut Dipakai Selundupkan Narkoba ke Rutan Salemba
-
Your Jewelry, your story! Temukan Inspirasi Stacking Jewelry ala Shopee
-
'Suara Indonesia Penting!' Presiden Palestina Telepon Prabowo, Minta RI Terus Kawal Gaza
-
China Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran, Dukung Pembukaan Kembali Selat Hormuz
-
Wamentan Sudaryono Bantah Kabur saat Dialog di UGM, Sebut Keluar karena Alasan Keamanan
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN
-
Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG
-
Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG
-
BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan