- Hamas mengirim surat rahasia tertanggal 15 Maret kepada Ayatollah Khamenei mendorong tindakan militer Iran yang lebih agresif.
- Surat tersebut, terungkap pada 17 Maret oleh KAN News, menyatakan kesetiaan Hamas kepada kepemimpinan Iran menghadapi "Zionis-Amerika."
- Hamas juga mengkritik keras negara-negara Arab Teluk yang menormalisasi hubungan dengan Israel serta berjanji memperkuat Poros Perlawanan.
Pesan tersebut mengkritik ketidakmampuan negara-negara Arab dalam melindungi stabilitas kawasan, terutama terkait keberadaan pangkalan militer asing.
“Mereka bahkan tidak berani melindungi mereka yang mencari perlindungan di pangkalan mereka,” tulis Hamas dalam surat itu.
Kalimat ini diyakini sebagai sindiran tajam terhadap negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS, di mana tentara Amerika dilaporkan tewas akibat serangan rudal Iran selama operasi yang disebut sebagai Operasi Epic Fury.
Hamas tampaknya ingin menegaskan bahwa ketergantungan pada perlindungan militer Barat adalah sebuah kelemahan fatal.
Memperkuat Poros Perlawanan
Lebih lanjut, Hamas menjanjikan dukungan berkelanjutan bagi Iran dan seluruh elemen dalam apa yang mereka sebut sebagai Poros Perlawanan Islam, baik bermazhab Sunni maupun Syiah.
Aliansi ini mencakup berbagai faksi bersenjata di Lebanon (Hizbullah), Yaman (Houthi), dan kelompok-kelompok milisi di Irak. Hamas meyakini bahwa di bawah komando Mojtaba Khamenei, koalisi ini akan mampu mengubah peta kekuatan di Timur Tengah.
“Kita, saudara-saudara seiman, akan mengukir, di bawah kepemimpinan Anda, kemenangan-kemenangan berikutnya,” tegas kelompok tersebut dalam suratnya.
Komitmen ini menunjukkan bahwa Hamas tidak berencana untuk mengambil jalan kompromi dalam waktu dekat.
Baca Juga: Sebut Negara Gagal, Donald Trump Sesumbar Bisa Lakukan Apa Saja pada Kuba
Sebaliknya, mereka berupaya mengonsolidasikan kekuatan lintas batas untuk memberikan tekanan maksimal terhadap Israel dan aset-aset strategis Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Respons Keras Israel: Bukti Pengkhianatan
Pemerintah Israel bereaksi cepat terhadap bocornya surat ini. Melalui platform media sosial X, Kementerian Luar Luar Negeri Israel menyebut dokumen tersebut sebagai "bukti kuat" (smoking gun) atas agenda tersembunyi Hamas yang sebenarnya.
Israel menuding Hamas telah mengkhianati solidaritas Arab demi kepentingan ideologis dan militer Iran.
“Bukti bahwa Palestina mengkhianati saudara Arab mereka,” tulis Kementerian Luar Negeri Israel dalam unggahannya.
Israel merujuk pada cara Hamas melabeli negara-negara Arab tertentu sebagai pihak yang "lemah" dan "pecundang", hanya karena mereka memilih jalur diplomasi dibandingkan konfrontasi militer.
Tag
Berita Terkait
-
Sebut Negara Gagal, Donald Trump Sesumbar Bisa Lakukan Apa Saja pada Kuba
-
Alasan Negara NATO Ogah Bantu AS Lawan Iran: Ini Bukan Perang Kami
-
Imbas Konflik di Timur Tengah, Formula 1 Seri GP Bahrain dan GP Saudi Resmi Dibatalkan
-
Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran
-
Hujan Rudal Iran Tak Kunjung Reda, Warga Israel Akui Tak Lagi Bisa Tidur Nyenyak
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Amien Rais Sebut Pengaruh Seskab Teddy Kalahkan Tokoh Senior Dasco dan Sjafrie Sjamsoeddin
-
Bawa Sejarah Kaum Nabi Luth, Amien Rais Desak Prabowo Jauhi dan Pecat Teddy Indra Wijaya
-
Polisi Amankan 101 Orang yang Diduga Berniat Membuat Kerusuhan pada May Day 2026
-
Apa Itu Outsourcing? Ini Bedanya dengan Pekerja Kontrak, Dianggap Sama Padahal Beda Nasib
-
Cuaca Ekstrem Terjang Bogor, Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon dan Puluhan Terdampak Banjir
-
Kejanggalan Sidang Andrie Yunus: Kelompok Sipil Endus Motif Lain di Balik Kasus Air Keras
-
BNI Kawal Generasi Emas Baru, Tim Uber Indonesia Melaju ke Semifinal
-
Prabowo Akan Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk
-
Ekonomi Aceh Tamiang Mulai Bangkit, Aktivitas Pasar Kembali Ramai
-
May Day di DPR Kondusif: Massa Gebrak dan Kasbi Bubar Jalan, Pasukan Oranye Sisir Sampah Sisa Aksi