- Presiden Trump mengkritik PM Starmer karena Inggris menolak bergabung operasi militer AS di Selat Hormuz.
- Ketegangan muncul sebab AS ingin membuka kembali jalur pelayaran penting yang diblokade Iran.
- Starmer menolak keterlibatan penuh karena Inggris mengutamakan penghentian konflik Timur Tengah segera.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik keras kepada Perdana Menteri Inggris Keir Starmer setelah London menolak bergabung dalam operasi militer melawan Iran.
Trump mengaku tidak senang dan terkejut dengan sikap Inggris yang dinilai kurang mendukung sekutunya.
Ketegangan muncul terkait upaya Amerika Serikat membuka kembali jalur pelayaran penting di selat Hormuz.
Jalur tersebut saat ini diblokade oleh Iran, sehingga mengganggu aliran minyak dan gas dari Timur Tengah ke pasar global.
Trump menilai Inggris seharusnya mendukung operasi tersebut secara penuh. “Inggris seharusnya terlibat dengan antusias membantu kami membuka kembali Selat Hormuz,” kata Trump dilansir dari BBC.
Ia mengaku telah meminta London mengirim kapal perang untuk melindungi jalur pengiriman minyak. Namun permintaan tersebut tidak mendapat respons yang diharapkan dari pemerintahan Inggris.
“Saya sangat terkejut dengan Inggris,” ujar Trump.
“Dua minggu lalu saya bertanya, mengapa tidak mengirim beberapa kapal? Tapi mereka benar-benar tidak ingin melakukannya.”
Trump bahkan menyinggung hubungan lama kedua negara sebagai sekutu. “Kami sudah lama bersama mereka. Kami menghabiskan banyak uang melalui NATO untuk melindungi mereka,” katanya.
Baca Juga: Donald Trump dan Israel Bahas Perluasan Operasi Darat di Lebanon Selatan, Singgung Hizbullah
Dalam percakapan telepon dengan Starmer, Trump juga mempertanyakan mengapa sang perdana menteri perlu berdiskusi dengan timnya sebelum mengambil keputusan.
“Saya bilang, Anda tidak perlu bertemu tim Anda. Anda adalah Perdana Menteri, Anda bisa membuat keputusan sendiri,” ujar Trump.
Sementara itu, Starmer menegaskan Inggris tidak ingin terseret dalam konflik yang lebih luas di Timur Tengah.
Dalam konferensi pers di 10 Downing Street, ia menekankan bahwa prioritas pemerintah adalah menghentikan perang secepat mungkin.
“Kami ingin melihat perang ini berakhir secepat mungkin,” kata Starmer.
Ia menambahkan Inggris hanya mempertimbangkan opsi terbatas, termasuk kemungkinan penggunaan drone anti-ranjau untuk menjaga keamanan jalur pelayaran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Pertama di Dunia! Malaysia Robek-robek Perjanjian Dagang dengan AS, Indonesia?
-
Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa
-
Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran
-
6 Fakta Kecelakaan Bus Haryanto Tabrak 5 Mobil Pemudik di Tol Batang
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
Terkini
-
Arus Mudik H-4 Idulfitri, 100 Ribu Orang Sudah Berangkat dari Stasiun Gambir
-
Komnas HAM Beri Status Pembela HAM ke Andrie Yunus, Desak Polisi Ungkap Teror Air Keras
-
Kisah Haru Perantau Asal Madura: Gaji Tak Dibayar, Tetap Berjuang Mudik demi Keluarga
-
Selat Hormuz Masih Terisolir, Produksi Minyak Kawasan Teluk Anjlok Hampir 7 Juta Barel!
-
Kondisi Terkini Terminal Kampung Rambutan: Penumpang Meroket, Harga Tiket Masih Normal
-
Pertama di Dunia! Malaysia Robek-robek Perjanjian Dagang dengan AS, Indonesia?
-
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, LPSK Berikan Perlindungan bagi Korban dan Saksi
-
Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 10 Kg Ganja di Grogol, Dua Pemuda Ditangkap
-
Dampak Konflik Timur Tengah, Pariwisata RI Terancam Kehilangan Devisa Rp184 Miliar Per Hari
-
DPR Dorong Kemenkes Pastikan Pengobatan Terbaik untuk Andrie Yunus