- Presiden Trump pada Senin (16/3/2026) mengonfirmasi diskusi dengan Israel mengenai potensi eskalasi operasi darat di Lebanon selatan.
- Diskusi tersebut berfokus pada kekhawatiran serius mengenai keberadaan kelompok Hizbullah di wilayah Lebanon selatan tersebut.
- Konflik lanjutan Maret antara Hizbullah dan Israel menyebabkan 570 korban jiwa dan mengungsi sekitar 800.000 warga Lebanon.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa dirinya telah berdiskusi dengan pihak Israel terkait kemungkinan perluasan operasi darat di wilayah Lebanon selatan, pada Senin (16/3/2026).
Ia juga menyoroti keberadaan Hizbullah di Lebanon sebagai persoalan serius.
“Iya, saya melakukannya,” kata Trump kepada para wartawan ketika ditanya apakah ia telah membicarakan hal tersebut dengan para pemimpin Israel, dilansir dari Sputnik.
Ia kemudian menambahkan bahwa Hizbullah merupakan “masalah besar.”
Situasi di kawasan tersebut kembali memanas setelah pada awal Maret Hizbullah melanjutkan aktivitas militernya terhadap Israel, menyusul terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Sebagai balasan, militer Israel melancarkan serangan besar-besaran yang menyasar wilayah pinggiran selatan Beirut serta sejumlah kota dan permukiman di bagian selatan dan timur Lebanon.
Berdasarkan data resmi, konflik tersebut telah menimbulkan korban jiwa sebanyak 570 orang, dengan 1.444 orang mengalami luka-luka. Selain itu, sekitar 800.000 warga dilaporkan harus mengungsi akibat situasi yang semakin tidak aman.
(Antara)
Baca Juga: Bocor! Surat Rahasia Hamas ke Mojtaba Khamenei: Negara-negara Arab Mengkhianati Palestina
Berita Terkait
-
Bocor! Surat Rahasia Hamas ke Mojtaba Khamenei: Negara-negara Arab Mengkhianati Palestina
-
Sebut Negara Gagal, Donald Trump Sesumbar Bisa Lakukan Apa Saja pada Kuba
-
Imbas Konflik di Timur Tengah, Formula 1 Seri GP Bahrain dan GP Saudi Resmi Dibatalkan
-
Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran
-
Hujan Rudal Iran Tak Kunjung Reda, Warga Israel Akui Tak Lagi Bisa Tidur Nyenyak
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
KPK Jadwalkan Pemeriksaan Saksi Kasus Fadia Arafiq, Pemkab Pekalongan Tegaskan Tak Ada Pengondisian
-
Tarif Transjabodetabek Mau Naik, Bos TJ Tetap Pertimbangkan Kantong Warga
-
NHM Raih Penghargaan PROPER Biru, Cerminan Kinerja Pengelolaan Lingkungan yang Taat
-
Judi Berkedok Permainan Anak Timezone Dibongkar di Jakarta, DPR Minta Bandar Dikejar
-
Ada Perbaikan Videotron, Jalur Cepat Semanggi Ditutup Lima Malam
-
KPK Dalami Dugaan Suap Rp21 Miliar Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama
-
Datang ke Jakarta Fair Bisa Sekalian Bayar Pajak Kendaraan, Begini Caranya
-
Jangan Tergiur SIM Instan! Korlantas: Hanya Polri Institusi Sah Terbitkan Izin Mengemudi
-
Viral Tawuran Berujung Curanmor di Karawang: Satu Pelaku Ditangkap, Polisi Buru Komplotan Lain
-
Alasan Elza Syarief Bela Gratis Lalu Tinggalkan Eks Wakil BGN di Kasus Korupsi MBG