News / Internasional
Selasa, 17 Maret 2026 | 11:45 WIB
Donald Trump. (instagram/donaldtrump)
Baca 10 detik
  • Presiden Trump pada Senin (16/3/2026) mengonfirmasi diskusi dengan Israel mengenai potensi eskalasi operasi darat di Lebanon selatan.
  • Diskusi tersebut berfokus pada kekhawatiran serius mengenai keberadaan kelompok Hizbullah di wilayah Lebanon selatan tersebut.
  • Konflik lanjutan Maret antara Hizbullah dan Israel menyebabkan 570 korban jiwa dan mengungsi sekitar 800.000 warga Lebanon.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa dirinya telah berdiskusi dengan pihak Israel terkait kemungkinan perluasan operasi darat di wilayah Lebanon selatan, pada Senin (16/3/2026).

Ia juga menyoroti keberadaan Hizbullah di Lebanon sebagai persoalan serius.

“Iya, saya melakukannya,” kata Trump kepada para wartawan ketika ditanya apakah ia telah membicarakan hal tersebut dengan para pemimpin Israel, dilansir dari Sputnik.

Ia kemudian menambahkan bahwa Hizbullah merupakan “masalah besar.”

Situasi di kawasan tersebut kembali memanas setelah pada awal Maret Hizbullah melanjutkan aktivitas militernya terhadap Israel, menyusul terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Sebagai balasan, militer Israel melancarkan serangan besar-besaran yang menyasar wilayah pinggiran selatan Beirut serta sejumlah kota dan permukiman di bagian selatan dan timur Lebanon.

Berdasarkan data resmi, konflik tersebut telah menimbulkan korban jiwa sebanyak 570 orang, dengan 1.444 orang mengalami luka-luka. Selain itu, sekitar 800.000 warga dilaporkan harus mengungsi akibat situasi yang semakin tidak aman.

(Antara)

Baca Juga: Bocor! Surat Rahasia Hamas ke Mojtaba Khamenei: Negara-negara Arab Mengkhianati Palestina

Load More