- Sukardi, porter berusia 75 tahun, telah 30 tahun bekerja di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur.
- Musim mudik Lebaran meningkatkan penghasilan Sukardi; tarif jasa panggul diserahkan seikhlasnya pemudik.
- Kejujuran dan kehati-hatian menjadi modal utama Sukardi dalam mencari nafkah halal meski lelah.
Suara.com - Di bawah langit sore yang cerah di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur deru mesin bus beradu dengan keriuhan suara pemudik yang memadati selasar.
Di tengah hiruk-pikuk itu, sebuah bayangan berbaju oranye tampak bergerak lincah. Ia tidak sedang menunggu bus untuk pulang, melainkan mengejar setiap kendaraan yang baru saja menepi.
Salah satu Porter, Sukardi. Usianya memang sudah menyentuh angka 75 tahun, namun langkah kakinya masih terlihat begitu gesit.
Begitu pintu bagasi mobil atau bus terbuka, Sukardi dengan sigap menawarkan jasa panggulnya. 30 tahun sudah ia melakoni peran sebagai porter atau yang akrab disebut kuli panggul di terminal legendaris di Jakarta Timur ini.
"Sudah 30 tahun menetap di terminal ini ," ujar Sukardi saat ditemui di lokasi, Selasa (17/3/2026).
Bagi Sukardi, musim mudik Lebaran adalah masa yang ia nantikan. Di saat orang lain bersiap untuk pulang, ia justru bersiap untuk bekerja lebih keras.
Jika pada hari-hari biasa terminal terasa sepi, momentum mudik kali ini memberikan berkah tersendiri baginya.
Dalam sehari, Sukardi bisa mendapatkan 10 hingga 15 penumpang. Kenaikan jumlah pengguna jasanya ini terasa signifikan dibandingkan hari biasa. Namun, urusan tarif, Sukardi tidak pernah mau mematok harga kepada para pemudik.
"Itu seikhlasnya yang punya barang, Neng. Gak dipaksa," tuturnya.
Baca Juga: One Way Tol Cipali KM 70-263 Resmi Berlaku, Jalur Mudik ke Jawa Tengah Lancar Jaya
Dari rasa ikhlas para pemudik itulah, Sukardi biasanya mengantongi upah berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp50 ribu untuk sekali angkut. Angka yang baginya sudah lebih dari cukup untuk menyambung hidup.
Menjadi porter di usia senja tentu bukan tanpa risiko. Rasa lelah yang teramat sangat seringkali menghampiri. Meski harus mengangkat beban berat di pundaknya, ia bersyukur selama tiga dekade bekerja, belum pernah sekalipun ia merusak barang bawaan penumpang.
Kejujuran dan kehati-hatian adalah modal utamanya bertahan di kerasnya aspal terminal.
Ketika ditanya kapan ia akan beristirahat dan pulang ke kampung halaman layaknya pemudik yang ia bantu, Sukardi hanya tersenyum tipis.
"Nanti saja habis Lebaran," katanya singkat.
Di Terminal Kampung Rambutan, Sukardi adalah satu dari banyaknya porter berseragam oranye yang menggantungkan hidup dari barang bawaan orang lain.
Saat matahari mulai meredup, ia kembali bersiap. Matanya tetap awas memantau setiap mobil yang masuk, mencari celah rezeki di balik tumpukan kardus dan tas-tas besar.
Harapannya sederhana. Di usia yang tak lagi muda, ia hanya ingin terus diberikan kekuatan untuk mencari rezeki yang halal.
"Sudah tua begini paling ya di sini terus. Udah tua nggak bisa kerja yang lain," pungkasnya. (Tsabita Aulia)
Berita Terkait
-
One Way Tol Cipali KM 70-263 Resmi Berlaku, Jalur Mudik ke Jawa Tengah Lancar Jaya
-
H-4 Lebaran, Puluhan Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta dari Pasar Senen
-
Jelang Lebaran, Aktivitas Porter Tanah Abang Menurun, Pendapatan Ikut Tergerus
-
Masjid Perahu di Cilacap Jadi Rest Area Favorit Pemudik Jalur Selatan
-
Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Padat Sebanyak 28 Persen Kendaraan Sudah Tinggalkan Jakarta
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Bongkar Modus Mi Instan Isi 5,2 Kg Ganja! Bareskrim Tangkap Pengedar Sugiono di Malang
-
Kata-kata Donald Trump soal Dana Rekontruksi Iran Pasca Perang Rp4.900 Triliun dari AS
-
Bobby Nasution Larang Keras ASN dan Pegawai BUMD di Sumut Pakai Vape
-
Jokowi Resmi Berjaket PSI? Pengamat Sebut Bisa Jadi Ancaman Elektoral bagi PDIP
-
Bukan Sedotan, Penelitian Global Temukan Kemasan Makanan Jadi Penyumbang Utama Sampah Plastik Laut
-
Wapres AS Bocorkan Isi Perjanjian Damai, Iran Bakal Cuan Banyak
-
Mendagri dan Menteri PKP Bakal Revisi Definisi MBR Serta Menghapus Hambatan Domisili
-
Konsentrasi Karbon Dioksida di Atmosfer embali Cetak Rekor: Apa Artinya bagi Indonesia?
-
Kasus Suap Impor Bea Cukai Masuk Tahap Penuntutan, Tiga Pejabat Segera Disidang
-
Iran dan AS Sepakat Damai, Komisi I DPR RI: Israel Jangan Jadi Provokator!