News / Internasional
Selasa, 17 Maret 2026 | 22:21 WIB
Pemimpin Keamanan Iran Ali Larijani (kanan) menyapa warga Teheran dalam pawai Hari al-Quds pada Jumat (13/3/2026). [X/alilarijani.ir]
Baca 10 detik
  • Pejabat Israel mengklaim menewaskan tokoh senior Iran Ali Larijani dalam operasi di rumah aman Teheran.
  • Operasi tersebut juga menargetkan Komandan Basij Gholamreza Soleimani, sebagai bagian serangan elit keamanan Iran.
  • Larijani dikenal sebagai figur berpengaruh yang mendorong diplomasi dengan Amerika Serikat di tengah konflik internal.

Suara.com - Pejabat Israel mengungkap detail baru terkait tewasnya tokoh senior Iran Ali Larijani, yang diklaim menjadi target serangan di rumah aman yang berlokasi di Teheran, Iran.

Operasi tersebut disebut berlangsung bersamaan dengan serangan lain yang menargetkan Komandan Organisasi Paramiliter Basij, Gholamreza Soleimani.

Seorang pejabat Israel menyebut Larijani sebagai sosok paling berpengaruh di balik layar kekuasaan Iran.

“Dia adalah figur terkuat yang sebenarnya menjalankan Iran, dan penghapusannya merupakan bagian dari upaya mengakhiri warisan Ali Khamenei,” kata pejabat tersebut, seperti dilaporkan media Axios.

Dalam laporan itu, Larijani juga digambarkan sebagai tokoh yang kontroversial karena memiliki pengaruh besar dalam kebijakan keamanan Iran.

Israel mengklaim telah membunuh pimpinan keamanan tertinggi Iran, Ali Larijani pada serangan yang menyasar ke Teheran pada Senin (16/3) waktu setempat. [Independentpersian.com]

Pejabat Israel bahkan menyebut operasi tersebut sebagai kelanjutan dari serangan terhadap lingkaran inti kekuasaan setelah pergantian kepemimpinan ke Mojtaba Khamenei.

Beberapa sumber menyebut Larijani justru dikenal sebagai figur yang mendorong jalur diplomasi dengan Amerika Serikat di tengah perang yang memanas.

“Larijani memimpin faksi yang ingin membuka pembicaraan damai dengan Washington, sementara kubu lain mendesak perang terus berlanjut,” ungkap sumber yang mengetahui dinamika internal Iran.

Di sisi lain, kelompok garis keras yang disebut mendukung Mojtaba Khamenei dilaporkan dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan komandan Garda Revolusi Ahmad Vahidi, yang disebut menolak negosiasi dan ingin melanjutkan konfrontasi militer.

Baca Juga: Iran Balas Operasi Gabungan, Rudal Hantam Kota Israel dan Pangkalan Amerika Serikat

Larijani sebelumnya juga sempat melontarkan peringatan keras kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui media sosial.

“Hati-hati, Anda juga bisa disingkirkan. Jika Washington menyerang jaringan listrik Iran, militer Amerika akan kami kejar,” tulis Larijani dalam pernyataan yang beredar pekan lalu.

Kematian Ali Larijani, serta komandan pasukan Basij, Gholamreza Soleimani diinformasikan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan Menteri Pertahanan Israel Israel Katz pada Selasa (17/3/2026).

Katz mengatakan operasi tersebut merupakan bagian dari serangan besar terhadap elit militer dan keamanan Iran.

“Saya baru saja mendapat pembaruan bahwa Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, dan kepala Basij telah dieliminasi tadi malam dan bergabung dengan Khamenei di kedalaman neraka,” kata Katz dalam pernyataan resmi seperti dikutip dari Fox 7.

Menurut IDF, Larijani merupakan salah satu tokoh paling senior dalam struktur kekuasaan Iran dan dikenal sebagai orang dekat Ali Khamenei.

Load More