- Serangan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari berpotensi meningkatkan soliditas internal di Teheran.
- Tujuan strategis AS dan Israel berbeda: Trump ingin negosiasi, sedangkan Netanyahu ingin melemahkan atau memecah Iran.
- Situasi Iran pasca-kematian Khamenei diprediksi menyerupai Soviet setelah Stalin, dengan persaingan elite dan peran Garda Revolusi.
Suara.com - Pengamat politik Timur Tengah Maksim Shevchenko menilai konflik besar di Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran justru dapat memperkuat soliditas di Teheran.
Serangan Israel dan AS ke Iran sejak 28 Februari lalu menewaskan para petinggi Iran, mulai dari Ali Khamenei hingga yang terbaru Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani justru bisa jadi bara dendam yang membahayakan buat Amerika Serikat dan Israel.
Menurut Shevchenko, wafatnya pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei berpotensi memicu persatuan religius, bukan keruntuhan negara.
“Jika Israel dan Amerika membunuh Khamenei, banyak umat Muslim melihat itu sebagai upaya memperkuat rezim Syiah, bukan menjatuhkannya,” kata Shevchenko dalam wawancara media Rusia, Business Online.
Ia menilai kematian pemimpin spiritual di tengah konflik justru membuat masyarakat Iran semakin solid.
Menurutnya, tujuan Amerika Serikat dan Israel dalam operasi militer terhadap Iran tidak sepenuhnya sama.
Shevchenko menyebut Presiden AS Donald Trump lebih ingin memaksa Iran bernegosiasi, sementara pemerintah Israel di bawah Benjamin Netanyahu dinilai ingin melemahkan bahkan memecah Iran.
“Bagi Israel, runtuhnya Iran adalah tujuan strategis. Tetapi bagi Trump, yang penting adalah kesepakatan yang membuat Iran masuk dalam tatanan Timur Tengah baru,” ujarnya.
Shevchenko menilai Washington tidak menginginkan perang panjang yang bisa memicu konflik etnis dan agama di kawasan.
Baca Juga: Spesifikasi Mematikan Rudal Sejjil Milik Iran, Namanya Terinspirasi dari Al Quran
Shevchenko juga memprediksi situasi politik Iran setelah kematian Khamenei bisa menyerupai kondisi Uni Soviet setelah wafatnya Joseph Stalin.
Shevchenko mengatakan kemungkinan akan muncul persaingan antara kelompok ulama dan aparat keamanan dalam menentukan arah negara.
“Tidak ada tokoh yang setara dengan Khamenei. Setelah dia wafat, kekuasaan kemungkinan dipegang koalisi elite, seperti yang terjadi di Soviet setelah Stalin,” katanya.
Shevchenko menilai Korps Garda Revolusi Iran bisa memainkan peran dominan dalam fase transisi.
Lebih lanjut, Shevchenko menyebut peluang perundingan antara Washington dan Teheran tetap terbuka, kemungkinan melalui mediator seperti Rusia dan Turki.
Ia menilai kedua negara tersebut memiliki hubungan yang cukup kuat dengan semua pihak.
Tag
Berita Terkait
-
Spesifikasi Mematikan Rudal Sejjil Milik Iran, Namanya Terinspirasi dari Al Quran
-
Mojtaba Khamenei Tantang AS: Tarik Pasukan, Cabut Sanksi dan Bayar Ganti Rugi Rp7.700 Triliun!
-
Profil Lengkap Ali Larijani: Akademisi, Jenderal, Negosiator Nuklir, dan Penjaga Revolusi Iran
-
Dubes Iran Buka Donasi untuk Korban Perang, Apresiasi Dukungan Indonesia
-
Wasiat Politik Ali Larijani untuk Negara-negara Arab: Islam Macam Apa Kalian Ini...
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami
-
Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus Ternyata Anggota BAIS, TNI: Sudah Diamankan di Puspom
-
Volume Kendaraan Masuk-Keluar DIY via Prambanan Seimbang, Arus Lalu Lintas Masih Ramai Lancar
-
Iran Umumkan Kabar Duka! Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani Tewas sebagai Martir
Terkini
-
Masyarakat Tetap Bisa Akses Layanan Informasi KPK saat Libur Panjang Nyepi dan Lebaran
-
AS dan Israel Dinilai Kewalahan Hadapi Iran, Pengamat Senior Ungkap Faktor Kunci Kekuatan
-
Posko Pengaduan Kasus Penyiraman Air Keras, Disebut Jadi Langkah Proaktif Polri
-
Spesifikasi GBU-72 Bom Bawah Tanah Amerika Serikat Jadi Senjata Kunci Perang Lawan Iran
-
Identitas 4 Anggota BAIS TNI Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Ada Kapten
-
PLN Siapkan 1.681 SPKLU di Jalur Mudik, Antisipasi Lonjakan Mobil Listrik
-
Legislator PDIP Minta Dalang Penyiraman Andrie Yunus Diungkap, Jangan Hanya Pelaku Lapangan
-
Terekam CCTV! Eksekutor Penyiram Andrie Yunus Ganti Baju Usai Beraksi, Diduga Kena Air Keras
-
Pembalasan Atas Gugurnya Ali Larijani, Iran Hujani Israel dengan Rudal Klaster Mematikan
-
Empat Prajurit Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Terancam 7 Tahun Penjara