Ilustrasi pesawat terbang.(Freepik.com/wirestock)
Baca 10 detik
- Studi Cambridge menyimpulkan perubahan kecil ketinggian pesawat dapat memangkas hampir setengah dampak pemanasan global penerbangan.
- Contrails, jejak awan tipis pembentuk es, memerangkap panas atmosfer dan memiliki dampak non-CO2 signifikan terhadap pemanasan.
- Solusi praktis ini berupa penyesuaian rute operasional yang dapat menghasilkan pengurangan suhu cepat dalam satu dekade.
Meski menjanjikan, penerapan skala besar tetap butuh koordinasi lintas pihak—mulai dari pilot, pengatur lalu lintas udara, hingga pembuat kebijakan. Selain itu, akurasi prediksi kondisi atmosfer juga perlu ditingkatkan.
Namun, peneliti menekankan bahwa menunggu sistem yang sempurna justru bisa memperlambat dampak positif.
“Bahkan jika efektivitasnya baru 25%, tetap ada manfaat nyata bagi iklim,” kata Smith. “Yang paling penting adalah mulai lebih cepat, bukan menunggu semuanya sempurna.”
Studi ini menunjukkan bahwa di tengah tantangan besar krisis iklim, solusi tidak selalu harus rumit. Dalam kasus ini, perubahan kecil di langit bisa menjadi langkah cepat dan terjangkau untuk menekan laju pemanasan global.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
Pilihan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami
-
Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus Ternyata Anggota BAIS, TNI: Sudah Diamankan di Puspom
-
Volume Kendaraan Masuk-Keluar DIY via Prambanan Seimbang, Arus Lalu Lintas Masih Ramai Lancar
-
Iran Umumkan Kabar Duka! Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani Tewas sebagai Martir
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
Terkini
-
Jelang Lebaran, KPK Beri Peringatan: Tradisi Saling memberi Tak Boleh Jadi Gratifikasi
-
AS Klaim Hantam Situs Rudal Bawah Tanah Iran Dekat Selat Hormuz dengan Bom 2.268 Kg
-
Cerita Perempuan Mudik Sendiri di Tengah Padatnya Terminal Pulo Gebang, Aman atau Rawan?
-
Perang Iran vs AS-Israel Picu Krisis Energi, PBB: Saatnya Beralih ke Energi Terbarukan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami
-
Peneliti LIPI Sebut Dinamika Politik 'Keluarga Solo' sebagai Perilaku Menyimpang
-
Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus Ternyata Anggota BAIS, TNI: Sudah Diamankan di Puspom
-
Suhu Jakarta Tembus 35,6 Derajat Celsius, Warga Diimbau Waspada Risiko Heat Stroke
-
Todung Mulya Lubis: Dalang Peristiwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Harus Dibongkar Demi Keadilan
-
Sinyal Bahaya? Legislator Golkar Soroti Tekanan Struktural di Balik Melebarnya Defisit APBN 2025