- Iran melancarkan serangan balasan menggunakan rudal klaster ke Israel tengah pada Selasa (17/3/2026) membalaskan kematian kepala keamanan Ali Larijani.
- Serangan balasan tersebut mengakibatkan dua warga sipil tewas di Ramat Gan dekat Tel Aviv serta menimbulkan kerusakan properti signifikan.
- IRGC mengklaim serangan itu sebagai pembalasan resmi, sementara Iran juga mengeksekusi seorang mata-mata Mossad di dalam negeri.
Suara.com - Iran melancarkan serangan balasan yang mematikan ke wilayah Israel bagian tengah, menggunakan rudal klaster sebagai pembalasan atas pembunuhan kepala keamanannya, Ali Larijani.
Serangan pada Selasa (17/3/2026) malam itu menandai eskalasi baru dalam perang yang telah memasuki pekan ketiga.
Rudal berkepala banyak yang ditembakkan Iran dirancang untuk mampu menembus sistem pertahanan dengan lebih efektif.
Akibatnya, dua orang tewas di wilayah Ramat Gan, dekat Tel Aviv. Pecahan proyektil juga melukai sejumlah warga lainnya dan menyebabkan kerusakan properti yang signifikan, termasuk di sebuah stasiun kereta api.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara terbuka mengklaim tanggung jawab. Dalam sebuah pernyataan, mereka menegaskan serangan itu adalah bentuk balasan atas darah martir Dr. Ali Larijani dan rekan-rekannya.
Iran dijadwalkan akan menggelar prosesi pemakaman pada hari Rabu untuk Larijani dan Gholamreza Soleimani, kepala pasukan paramiliter Basij, yang juga tewas dalam serangan udara Israel.
Seorang jurnalis Al Jazeera, Nida Ibrahim melaporkan dari Ramallah, menggambarkan situasi di Israel sebagai malam yang sulit yang diwarnai banyak kepanikan saat serangan Iran terjadi.
Ia menyoroti tragedi dua korban tewas yakni pasangan lansia berusia 70-an yang memiliki ruang aman di rumah mereka namun tidak memiliki cukup waktu untuk mencapainya.
Insiden ini memicu kekhawatiran serius mengenai efektivitas sirene peringatan serangan udara di Israel.
Baca Juga: Spesifikasi Mematikan Rudal Sejjil Milik Iran, Namanya Terinspirasi dari Al Quran
Iran tidak berhenti di situ dan kembali melancarkan gelombang serangan rudal berikutnya ke Israel tengah pada Rabu pagi.
Di dalam negeri, Iran juga mengambil tindakan tegas dengan mengeksekusi seorang pria yang dituduh menjadi mata-mata untuk badan intelijen Israel, Mossad.
Di tengah eskalasi, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan bahwa Iran telah memberitahu mereka tentang sebuah proyektil yang menghantam area Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr pada hari Selasa, meskipun tidak menimbulkan kerusakan atau korban.
Meski kehilangan salah satu tokoh paling berpengaruh setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, Iran bersikeras bahwa struktur pemerintahan mereka tetap kokoh.
“Saya tidak tahu mengapa Amerika dan Israel masih belum memahami hal ini: Republik Islam Iran memiliki struktur politik yang kuat dengan institusi politik, ekonomi, dan sosial yang mapan,” kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dikutip dari Al Jazeera.
“Kehadiran atau ketiadaan satu individu tidak memengaruhi struktur ini,” tegas Araghchi.
Berita Terkait
-
Dua Petinggi Tewas Dibunuh Zionis, Lebih dari 3.000 Rudal dan Drone Iran Hujani Negara Teluk
-
PMI Siap Kirim Bantuan Medis ke Iran, Jusuf Kalla: Kami Pertimbangkan Beli Obat di Pakistan
-
Pembunuhan Ali Larijani Tak Goyakan Iran, Menlu Abbas Araghchi: Mati Satu Tumbuh Seribu
-
AS Klaim Hantam Situs Rudal Bawah Tanah Iran Dekat Selat Hormuz dengan Bom 2.268 Kg
-
Pengamat Timur Tengah: Wafatnya Para Petinggi Iran Bisa Jadi Neraka Dunia Buat AS-Israel
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Panggil Pegawai DJBC Salisa Asmoaji, KPK Endus Adanya 'Uang Pelicin' dalam Pengurusan Cukai Rokok
-
ICW Soroti Bagi-Bagi Sembako di Monas, Desak Pemerintah Buka Sumber Anggaran yang Dinilai Tertutup
-
Militer Iran Ultimatum Donald Trump: Berani Masuk Selat Hormuz, Kami Serang!
-
Usut Tragedi KRL Bekasi: Polisi Periksa Dinas Bina Marga hingga PU, Bos Taksi Green SM Ditunda Besok
-
Kabur Usai Tabrak Pedagang Buah di Kalimalang, Pengemudi Pajero Ditangkap Polisi
-
Percepatan Transisi Energi Bersih Berpotensi Tambah Beban Ekonomi Warga, Apa Solusinya?
-
PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6 Persen dan Terapkan PT Berjenjang hingga Daerah
-
Kebijakan Iklim Inklusif Jadi Kunci, Anak dan Disabilitas Perlu Dilibatkan
-
Duka di Balik Jas Putih: Mengapa Dokter Internship Indonesia Bertumbangan?
-
Racun Tikus di Makanan Bayi Geger di Austria, Publik Panik Hingga Penarikan Besar-besaran Produk