- Haedar Nashir kritik tajam kebrutalan pemimpin dunia di Palestina dan Iran.
- Muhammadiyah peringatkan ambisi negara adidaya seret peradaban menuju kehancuran total.
- Indonesia didorong lakukan konsolidasi nasional hadapi dampak gejolak ekonomi politik global.
Suara.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, melayangkan kritik tajam terhadap kondisi peradaban global saat ini. Hal tersebut ia sampaikan dalam khutbah shalat Idulfitri 1447 Hijriah di kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Di hadapan ribuan jemaah, Haedar secara khusus menyoroti tragedi kemanusiaan yang melanda Palestina dan Iran akibat tindakan agresor internasional.
"Pada bagian akhir khutbah ini, mari kita bantu dan doakan saudara-saudara kita di Palestina dan Iran yang menjadi korban genosida serta kejahatan perang dari zionis Israel dan negara adidaya sekutunya," ujar Haedar, Jumat (20/3/2026) pagi.
Dalam narasinya, Haedar menggambarkan para pemimpin dunia yang terlibat dalam konflik tersebut sebagai figur yang telah kehilangan landasan ketuhanan dan nilai-nilai kemanusiaan universal. Ia mengutuk keras kebrutalan yang terus berlangsung tanpa henti.
"Semoga Allah melindungi mereka dari kebrutalan para pemimpin dunia yang tidak lagi mengenal Tuhan dan perikemanusiaan," tambahnya.
Melandasi kritiknya dengan kutipan ayat Al-Qur'an tentang kerusakan di muka bumi, Haedar menilai perilaku para penguasa global saat ini sudah melampaui batas kewajaran.
"Ulah para predator dunia saat ini hidup hanya untuk mengejar kedigdayaan ekonomi dan politik global, layaknya hewan liar yang terus memburu korbannya," tegasnya.
Lebih lanjut, pemimpin organisasi Islam besar di Indonesia ini memperingatkan bahwa ambisi membabi buta negara-negara adidaya tengah menyeret dunia menuju kehancuran total. Ia menilai krisis moral ini telah melampaui batas nalar manusia.
"Akibat perbuatan mungkar mereka, peradaban modern kini berada di lorong gelap dan ambang kehancuran parah. Mereka tidak pernah belajar dari sejarah," tuturnya.
Baca Juga: Kalang Kabut Harga Minyak, Pemerintah Siapkan Skema WFH Satu Hari Pascalebaran
Haedar juga mengingatkan bahwa gejolak politik dan ekonomi global akibat invasi terhadap Iran sudah mulai dirasakan di dalam negeri. Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya berdiam diri.
"Indonesia sebagai negara bebas aktif harus mengambil peran mencari solusi. Lebih dari itu, kita perlu melakukan konsolidasi nasional di bidang ekonomi, politik, dan budaya karena ketidakpastian global ini belum diketahui kapan akan berakhir," jelas Haedar.
Mengakhiri khutbahnya, Haedar mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk para elite politik, untuk menjadikan momentum Idulfitri sebagai jalan menuju kesalehan substansial. Kesalehan tersebut harus diwujudkan melalui setiap kebijakan yang berorientasi pada kemaslahatan rakyat.
Ia pun mengajak masyarakat mendoakan agar para pemimpin Indonesia senantiasa diberikan hidayah untuk menjadi teladan yang baik.
"Jadikan Idulfitri sebagai momentum untuk berbuat kesalehan dalam segala bentuk, termasuk dalam pengambilan keputusan berbangsa dan bernegara yang berpihak pada kepentingan publik," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Mendagri Cek Penerima Bantuan Bedah Rumah, Perkuat Akses Hunian Layak bagi MBR
-
KPK Buka Alasan Tak Lanjutkan Kasus MBG: Hindari Duplikasi Penegakan Hukum
-
Dasco Temui Mahasiswa, DPR Janji Tindak Lanjuti Sejumlah Tuntutan
-
Dinilai Langkah Berani! Gibran Ajak Mahasiswa Ikut Kunker ke Papua demi Buka Ruang Dialog?
-
Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
-
Tak Cukup Dipenjara, Migrant Watch Desak Mafia TPPO Dimiskinkan Lewat Jerat TPPU
-
Survei LPI: Jokowi Jadi Magnet Dongkrak Citra Positif PSI
-
Audiensi Buntu, BEM DIY Sebut DPR Tak Lagi Representasi Rakyat
-
Dukung MBG, Relawan di DIY Ajak Masyarakat Kawal Program: Harus Transparan dan Antikorupsi
-
ART Disiksa di Johor, Majikan Nakal Malaysia Terlalu Dimanjakan