- MUI menegaskan otoritas tunggal pemerintah dalam mengumumkan Idulfitri berdasarkan keputusan ulama sejak 2004.
- Keputusan tersebut diambil setelah sidang isbat 1 Syawal 1447 H, menetapkan Idulfitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
- MUI menghargai pelaksanaan Idulfitri lebih awal oleh kelompok lain sambil mengimbau menjaga keharmonisan bersama.
Suara.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan penegasan mengenai otoritas tunggal pemerintah dalam menetapkan hari raya Idulfitri di Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Ketua MUI, K.H. M. Cholil Nafis, setelah pelaksanaan sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 H pada Kamis (19/3/2026).
"Kita memutuskan ikmal atau istikmal, menyempurnakan puasa kita ke-30. Karena tinggalkan yang ragu, ambil yang yakin. Dan yang yakin adalah memastikan hitungan hisab itu tidak bisa dilihat, dan di lapangan benar-benar tidak bisa terlihat," ujar Cholil.
Cholil menjelaskan bahwa penetapan resmi tersebut didasarkan pada regulasi yang telah disepakati oleh para ulama sejak lama.
"Dalam keputusan Majelis Ulama Indonesia pada tahun 2004 disebutkan bahwa yang berhak untuk mengumumkan berkenaan dengan awal Ramadhan dan lebaran adalah Ulil Amri, di sini adalah Kementerian Agama. Demikian juga keputusan Nahdlatul Ulama pada Muktamar ke-20, dilarang, haram hukumnya meng-ikhbar keputusan awal Ramadan dan lebaran itu selain pemerintah," tegasnya.
Meskipun memegang teguh aturan tersebut, MUI menyatakan tetap menghargai adanya perbedaan keyakinan di tengah masyarakat terkait waktu pelaksanaan salat Id.
Mengingat pada hari ini, Jumat (20/3/2026), umat Muhammadiyah sudah menggelar salat Id untuk merayakan Idulfitri lebih awal.
"Kami tentu mentoleransi kepada saudara-saudara kita," ucap Cholil.
Cholil pun tak lupa mengimbau seluruh umat Muslim agar tetap menjaga harmoni dan kedamaian yang telah terbina selama menjalankan ibadah puasa.
Baca Juga: Link Download Takbiran Makkah untuk Momen Lebaran Idulfitri 2026
"Mari kita pelihara kebersamaan kita di sebelas bulan berikutnya," tambah dia.
Menurutnya, konsistensi dalam melakukan kebaikan setelah bulan suci berakhir merupakan indikator keberhasilan ibadah seseorang di mata Tuhan.
"Kebaikan ibadah yang diterima akan juga berlanjut dengan kebaikan itu. Dan kita terus berbagi dengan efisiensi, memberikan ruang untuk berbagi dengan yang lain," pungkas Cholil.
Pemerintah sendiri menetapkan 1 Syawal 1447 H pada Sabtu (21/3/2026) besok dan baru akan menggelar salat Id maupun perayaan Idulfitri di hari yang sama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Tim 9 Didesak Ungkap Siapa Pemilik Rp476 M dan Emas 74 Kg di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
7 Ide Lomba 17 Agustus Hemat Biaya dan Unik, Dijamin Bikin Warga Ngakak!
-
Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
-
Bahlil Semprot AMPI: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'
-
Proyek PSEL Legok Nangka Dimulai, Ditarget Sulap 2.131 Ton Sampah Bandung Jadi Listrik
-
Curang! John Herdman Usir Pelatih Vietnam Intip Pemanasan Timnas Indonesia
-
Lansia di Cakung Disekap Saat Hendak Salat Zuhur, Emas hingga HP Raib Digondol Perampok
-
Siapa Ece Andi? Penjual Cilok Pelabuhanratu yang Viral Karena 'Mirip' Lionel Messi
-
Permudah Transaksi Mahasiswa Indonesia di Hong Kong, BNI Perluas Ekosistem Keuangan Digital
-
Digerebek di Denpasar, Pria Ini Simpan Ekstasi dan 5 Senpi Rakitan di Ruang Tamu