News / Internasional
Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:58 WIB
Al-Aqsa, Palestina (Unsplas/nour tayeh)
Baca 10 detik
  • Otoritas Israel melarang Shalat Idul Fitri di Al-Aqsa karena alasan keamanan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
  • Warga Palestina tetap mengajak salat Id sedekat mungkin dengan Al-Aqsa meskipun polisi menggunakan kekerasan sebelumnya.
  • Pembatasan ketat Israel menyebabkan Yerusalem Timur sepi, melarang pertemuan, dan membatasi operasional toko kecuali kebutuhan pokok.

Suara.com - Otoritas Israel melarang pelaksanaan Shalat Idul Fitri di kompleks Masjid Al-Aqsa yang berada di Yerusalem Timur. Larangan tersebut diberlakukan dengan alasan keamanan di tengah memanasnya konflik dengan Iran.

Meski demikian, warga Palestina pada Jumat tetap menyerukan kepada umat Muslim untuk berkumpul di kawasan Kota Tua. Mereka mengajak masyarakat melaksanakan Shalat Idul Fitri sedekat mungkin dengan Al-Aqsa sebagai simbol berakhirnya bulan suci Ramadhan.

Sebelumnya, aparat kepolisian Israel dilaporkan mengambil tindakan represif terhadap warga Palestina yang tetap beribadah di sekitar area tersebut. Polisi disebut menggunakan pentungan, granat kejut, dan gas air mata untuk membubarkan massa yang melaksanakan salat di luar tembok Kota Tua sebagai bentuk protes atas penutupan Al-Aqsa selama Ramadhan.

Situasi di Yerusalem Timur yang diduduki pun dilaporkan berlangsung muram menjelang hari raya. Kawasan Kota Tua yang biasanya ramai dipadati warga Palestina justru tampak lengang, bahkan menyerupai kota mati.

Pembatasan ketat diberlakukan oleh otoritas Israel dengan melarang warga untuk berkumpul. Selain itu, para pedagang Palestina juga tidak diizinkan membuka toko mereka. Aktivitas ekonomi hanya terbatas pada apotek dan toko bahan pokok yang tetap diizinkan beroperasi.

Sejumlah pedagang Palestina yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut menimbulkan tekanan ekonomi yang berat bagi mereka, terutama di momen yang biasanya menjadi puncak aktivitas perdagangan menjelang Idul Fitri.

Load More