- Bambang Soesatyo menyatakan pengungkapan pelaku penyiraman air keras menunjukkan negara bukan aktor intelektual.
- Respons cepat TNI-Polri mengungkap kasus tersebut penting menjaga citra negara dan pemerintah di mata publik.
- Penyelidikan harus mendalami motif sampai ke aktor intelektual, tidak hanya berfokus pada pelaku lapangan.
Suara.com - Anggota DPR RI Bambang Soesatyo menilai pengungkapan pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus menunjukkan bahwa unsur negara atau pemerintah bukan aktor intelektual di balik aksi teror tersebut.
Menurut politisi yang akrab disapa Bamsoet itu, sikap tegas pemerintah, termasuk pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengutuk keras peristiwa tersebut, menjadi indikasi bahwa negara tidak terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
"Respons cepat TNI-Polri mengungkap kasus tersebut menunjukkan ketaatan kedua institusi melindungi serta merawat citra negara dan pemerintah di mata masyarakat serta komunitas internasional," kata Bamsoet di Jakarta, Jumat.
Ia menilai langkah cepat TNI dan Polri dalam mengungkap kasus ini memiliki arti penting dalam menjaga citra demokrasi serta pemerintahan saat ini. Bamsoet juga menyampaikan apresiasi kepada aparat yang dinilai sigap dalam mengidentifikasi dan menangkap para pelaku.
Meski demikian, ia menekankan bahwa penyelidikan tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan. Motif di balik aksi tersebut harus terus didalami, baik melalui mekanisme internal Tentara Nasional Indonesia maupun proses hukum yang berjalan.
Menurutnya, aksi teror, intimidasi, dan kekerasan terhadap pihak yang menyampaikan kritik justru merugikan pemerintah dan institusi negara itu sendiri.
"Dengan respons seperti itu, TNI dan Polri menjelaskan bahwa negara dan pemerintah tidak membungkam kritik dari publik," kata dia.
Bamsoet menegaskan bahwa penegakan hukum harus menyasar hingga ke aktor intelektual di balik aksi tersebut, tidak hanya berhenti pada pelaku di lapangan.
Ia juga mengingatkan bahwa kasus ini menjadi contoh adanya oknum dalam institusi negara yang berpotensi mencoreng citra pemerintah. Dalam beberapa waktu terakhir, menurutnya, tindakan teror dan intimidasi terhadap kelompok kritis memang kerap terjadi.
Baca Juga: Haris Azhar Soroti Kejanggalan Penahanan Prajurit oleh Puspom TNI dalam Kasus Andrie Yunus
"Kalau tidak ditangani dengan tindakan tegas, kecenderungan Itu akan merusak kredibilitas negara dan kredibilitas pemerintahan Presiden Prabowo,” katanya.
Berita Terkait
-
Haris Azhar Soroti Kejanggalan Penahanan Prajurit oleh Puspom TNI dalam Kasus Andrie Yunus
-
Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya
-
Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus
-
Ubedilah Badrun Ungkap 3 Dugaan Aktor Intelektual di Balik Serangan Andrie Yunus
-
Soroti Perbedaan Inisial Pelaku Air Keras Andrie Yunus, Ubedilah Badrun: Koordinasi TNI-Polri Kacau
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Proyek PSEL Legok Nangka Dimulai, Ditarget Sulap 2.131 Ton Sampah Bandung Jadi Listrik
-
Curang! John Herdman Usir Pelatih Vietnam Intip Pemanasan Timnas Indonesia
-
Lansia di Cakung Disekap Saat Hendak Salat Zuhur, Emas hingga HP Raib Digondol Perampok
-
Siapa Ece Andi? Penjual Cilok Pelabuhanratu yang Viral Karena 'Mirip' Lionel Messi
-
Permudah Transaksi Mahasiswa Indonesia di Hong Kong, BNI Perluas Ekosistem Keuangan Digital
-
Digerebek di Denpasar, Pria Ini Simpan Ekstasi dan 5 Senpi Rakitan di Ruang Tamu
-
Starting XI Timnas Indonesia vs Vietnam: Mitchell Baker Juru Gedor, Thom Haye Kunci
-
Bukan Pagar Malnya yang Salah, Diamnya Manajemen Dinilai Bikin Geram
-
Bobby Nasution: Sumut Siap Jadi Pusat Fashion Indonesia Lewat Wastra
-
Lapas Jadi Markas Penipuan Online, Polda Jatim Bongkar Sindikat Emas Palsu