- Iran melancarkan serangan rudal pada Sabtu (21/3/2026) ke Dimona dan Arad, melukai lebih dari 100 warga Israel dan memicu eskalasi konflik.
- Serangan balasan Iran tersebut merupakan respons langsung atas dugaan serangan rudal yang dilakukan AS dan Israel di fasilitas nuklir Natanz.
- Meskipun pertahanan udara Israel gagal total, IAEA melaporkan tidak ditemukan kerusakan pada fasilitas penelitian nuklir Shimon Peres di Dimona.
“Penahanan militer maksimum harus dijaga, terutama di sekitar fasilitas nuklir," kata Direktur Jenderal Rafael Grossi.
Laporan lapangan menyebut setidaknya tiga titik ledakan terjadi di Dimona.
Satu bangunan tiga lantai runtuh total, sementara kebakaran besar terlihat di beberapa lokasi.
Sekolah di wilayah Ramat Negev diliburkan setelah serangan tersebut.
Sebelumnya pada hari yang sama, militer Israel mengumumkan telah menyerang fasilitas riset di Teheran yang diduga digunakan untuk mengembangkan komponen senjata nuklir dan rudal balistik.
“Kami tidak akan membiarkan rezim Iran memperoleh senjata nuklir,” kata militer Israel.
Iran membenarkan bahwa kompleks Natanz diserang, namun menyatakan tidak ada kebocoran radioaktif.
Seorang pejabat Israel yang dikutip kantor berita AP membantah keterlibatan negaranya, tetapi militer Israel belum mengeluarkan pernyataan lengkap.
Dimona sendiri menjadi pusat program nuklir Israel sejak fasilitas penelitian yang dibangun secara rahasia dengan bantuan Prancis dibuka pada 1958.
Baca Juga: Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir
Israel diyakini telah memiliki senjata nuklir sejak akhir 1960-an, meski pemerintah tidak pernah mengonfirmasi secara resmi.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir
-
Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo
-
5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil
-
Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes
-
Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta
-
Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum
-
Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz
-
Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan
-
Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup