News / Internasional
Minggu, 22 Maret 2026 | 08:00 WIB
ARSIP-Serangan rudal Iran kembali menghantam kota Tel Aviv, Israel, Selasa (17/3) malam WIB. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Serangan rudal balistik Iran mengenai kota Dimona, Israel, mengakibatkan 39 korban luka, termasuk seorang anak dalam kondisi kritis.
  • Upaya intersepsi oleh sistem pertahanan udara Israel gagal menghentikan rudal tersebut sebelum menghantam area residensial.
  • Serangan ini diklaim Iran sebagai respons atas serangan sebelumnya terhadap kompleks pengayaan nuklir mereka di Natanz.

Suara.com - Situasi keamanan di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah serangan rudal balistik Iran menghantam kota Dimona, Israel.

Insiden ini mengakibatkan sedikitnya 39 orang terluka, termasuk seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun yang kini dalam kondisi kritis.

Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan detik-detik dramatis saat proyektil tersebut meluncur deras menuju area residensial dan meledak dalam bola api raksasa.

Meski sistem pertahanan udara Israel sempat mencoba melakukan intersepsi, upaya tersebut gagal mencegah hantaman rudal hanya beberapa detik sebelum dampak ledakan terjadi.

Layanan darurat Israel, Magen David Adom, melaporkan rincian korban yang dievakuasi ke Pusat Medis Soroka di Be'er Sheva, setidaknya 3 orang ditemukan luka-luka.

Kepolisian Israel merilis foto-foto kerusakan bangunan yang memperlihatkan lubang besar pada dinding akibat hantaman tersebut.

Televisi pemerintah Iran mengklaim bahwa serangan ini merupakan "respons" atas serangan sebelumnya yang menargetkan kompleks pengayaan nuklir Natanz milik Iran.

Meskipun otoritas atom Iran menyatakan tidak ada kebocoran material radioaktif di Natanz, Teheran menuding Israel sebagai dalang di balik sabotase tersebut.

Kota Dimona sendiri terletak hanya sekitar 13 kilometer dari Pusat Penelitian Nuklir Shimon Peres Negev, fasilitas nuklir paling rahasia di Israel yang diyakini secara internasional sebagai lokasi penyimpanan senjata nuklir, meskipun Israel tidak pernah mengonfirmasinya secara resmi.

Baca Juga: Lebaran 2026 di Zona Perang: Gaza, Iran, dan Lebanon Rayakan Idul Fitri Tanpa Sukacita

Insiden ini terjadi hanya beberapa jam setelah dua rudal balistik Iran juga dilaporkan menyasar Diego Garcia, pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Samudra Hindia.

Penemuan ini mengejutkan pakar pertahanan internasional karena jarak Diego Garcia mencapai 3.800 km dari Iran.

Load More