- Iran melancarkan serangan rudal pada Sabtu (21/3/2026) ke Dimona dan Arad, melukai lebih dari 100 warga Israel dan memicu eskalasi konflik.
- Serangan balasan Iran tersebut merupakan respons langsung atas dugaan serangan rudal yang dilakukan AS dan Israel di fasilitas nuklir Natanz.
- Meskipun pertahanan udara Israel gagal total, IAEA melaporkan tidak ditemukan kerusakan pada fasilitas penelitian nuklir Shimon Peres di Dimona.
Suara.com - Serangan rudal Iran menghantam kota Dimona dan Arad di selatan Israel pada Sabtu (21/3/2026), melukai lebih dari 100 orang dan memicu eskalasi baru dalam perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.
Dimona diketahui menjadi lokasi fasilitas nuklir utama Israel, sehingga serangan ini disebut sebagai salah satu yang paling dramatis sejak konflik pecah.
Tim penyelamat Israel menyebut total korban luka mencapai lebih dari 100 orang, dengan kerusakan besar di pusat kota Arad dan beberapa bangunan hancur di Dimona.
Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Iran menuduh fasilitas nuklir Natanz diserang oleh AS dan Israel.
Televisi pemerintah Iran menyatakan serangan tersebut adalah balasan langsung atas agresi terhadap kompleks pengayaan uranium Natanz.
Media pemerintah menegaskan Teheran menjalankan strategi balasan setimpal terhadap serangan yang dianggap mengancam keamanan nasional.
Dilansir dari Aljazeera, layanan darurat Israel melaporkan sedikitnya 88 orang terluka di Arad, termasuk 10 orang dalam kondisi serius.
Di Dimona, 39 orang terluka, termasuk seorang anak berusia 10 tahun yang mengalami luka parah akibat serpihan ledakan.
Petugas pemadam kebakaran mengatakan dua rudal balistik menghantam langsung permukiman.
Baca Juga: Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir
“Interceptor diluncurkan tetapi gagal mengenai target, sehingga terjadi dua hantaman langsung dengan hulu ledak ratusan kilogram,” kata pejabat pemadam kebakaran Israel.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut serangan itu sebagai situasi berat bagi negaranya.
“Ini malam yang sulit bagi Israel, tetapi kami akan terus menyerang Iran,” ujar Netanyahu dalam pernyataan resmi.
Militer Israel mengakui sistem pertahanan udara diaktifkan, namun beberapa rudal tidak berhasil dicegat.
Juru bicara militer mengatakan rudal yang digunakan Iran bukan jenis baru, tetapi tetap berhasil menembus pertahanan.
Badan pengawas nuklir dunia, International Atomic Energy Agency, menyatakan tidak ada indikasi kerusakan pada pusat penelitian nuklir Shimon Peres di Dimona.
Berita Terkait
-
Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir
-
Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara