News / Internasional
Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB
Seyyed Abbas Araghchi. [Ist]
Baca 10 detik
  • Iran menolak gencatan senjata sementara, menuntut penghentian konflik secara permanen dengan adanya jaminan keamanan.
  • Menteri Luar Negeri Iran menyebut serangan yang terjadi sebagai tindakan agresi ilegal, terang-terangan, tanpa provokasi.
  • Iran menegaskan tindakan mereka saat ini murni merupakan langkah pertahanan diri yang akan terus dilakukan jika perlu.

Suara.com - Pemerintah Iran menegaskan tidak akan menerima gencatan senjata dalam konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Namun menurut Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan perang harus diakhiri secara total dan permanen.

“Pesan kami jelas, ini bukan perang kami. Ini perang yang dipaksakan kepada kami,” ujar Araghchi dalam wawancara dengan Kyodo News.

Araghchi menegaskan bahwa Iran tengah bernegosiasi dengan AS sebelum serangan terjadi.

Araghchi menyebut serangan tersebut sebagai tindakan agresi ilegal.

Drone atau pesawat nirawak berharga mahal milik AS, yang diterjunkan saat perang agresi terhadap Iran. [Suara.com]

“Ini adalah tindakan agresi yang terang-terangan, ilegal, tidak dapat dibenarkan, dan tanpa provokasi,” tegasnya.

Menurutnya, langkah Iran saat ini murni untuk mempertahankan diri.

“Apa yang kami lakukan adalah pembelaan diri. Kami akan terus mempertahankan diri selama diperlukan,” katanya.

Ia juga menolak opsi gencatan senjata sementara.

Baca Juga: Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran

“Kami tidak menerima gencatan senjata karena tidak ingin skenario tahun lalu terulang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Iran menuntut jaminan agar konflik tidak kembali terjadi.

“Perang ini harus benar-benar diakhiri secara permanen, dan harus ada jaminan bahwa situasi ini tidak akan terulang lagi,” kata Araghchi.

Pernyataan ini menegaskan sikap keras Teheran di tengah eskalasi konflik kawasan.

Ketegangan pun diperkirakan terus meningkat seiring belum adanya titik temu antara pihak-pihak yang terlibat.

Load More