- Iran menolak gencatan senjata sementara, menuntut penghentian konflik secara permanen dengan adanya jaminan keamanan.
- Menteri Luar Negeri Iran menyebut serangan yang terjadi sebagai tindakan agresi ilegal, terang-terangan, tanpa provokasi.
- Iran menegaskan tindakan mereka saat ini murni merupakan langkah pertahanan diri yang akan terus dilakukan jika perlu.
Suara.com - Pemerintah Iran menegaskan tidak akan menerima gencatan senjata dalam konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Namun menurut Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan perang harus diakhiri secara total dan permanen.
“Pesan kami jelas, ini bukan perang kami. Ini perang yang dipaksakan kepada kami,” ujar Araghchi dalam wawancara dengan Kyodo News.
Araghchi menegaskan bahwa Iran tengah bernegosiasi dengan AS sebelum serangan terjadi.
Araghchi menyebut serangan tersebut sebagai tindakan agresi ilegal.
“Ini adalah tindakan agresi yang terang-terangan, ilegal, tidak dapat dibenarkan, dan tanpa provokasi,” tegasnya.
Menurutnya, langkah Iran saat ini murni untuk mempertahankan diri.
“Apa yang kami lakukan adalah pembelaan diri. Kami akan terus mempertahankan diri selama diperlukan,” katanya.
Ia juga menolak opsi gencatan senjata sementara.
Baca Juga: Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran
“Kami tidak menerima gencatan senjata karena tidak ingin skenario tahun lalu terulang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Iran menuntut jaminan agar konflik tidak kembali terjadi.
“Perang ini harus benar-benar diakhiri secara permanen, dan harus ada jaminan bahwa situasi ini tidak akan terulang lagi,” kata Araghchi.
Pernyataan ini menegaskan sikap keras Teheran di tengah eskalasi konflik kawasan.
Ketegangan pun diperkirakan terus meningkat seiring belum adanya titik temu antara pihak-pihak yang terlibat.
Berita Terkait
-
Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran
-
Seruan Rasis ke Pemain Arab Berulang Kali Dilakukan, FIFA Cuma Kasih Denda ke Israel
-
Survei Mengejutkan: Mayoritas Warga AS Nilai Perang Iran Lebih Untungkan Israel
-
100 Ribu Dokumen Rahasia Mossad Bocor! Kelompok Hacker Klaim Ungkap Operasi Global Israel
-
FIFA Terus Didesak Pindahkan Laga Iran di Piala Dunia 2026 ke Meksiko
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai