- Arab Saudi mengusir atase militer Iran dan empat staf kedutaan dalam 24 jam karena serangan berulang.
- Langkah diplomatik ini diambil akibat memburuknya situasi keamanan setelah rudal dan drone Iran menyerang Saudi.
- Menteri Luar Negeri Saudi mengancam menggunakan segala cara politik dan ekonomi untuk menghentikan tekanan Iran.
Suara.com - Pemerintah Arab Saudi memerintahkan atase militer Iran beserta empat staf kedutaan meninggalkan wilayah kerajaan dalam waktu 24 jam.
Kementerian Luar Negeri Saudi menyebut langkah ini diambil setelah serangan rudal dan drone Iran berulang kali menargetkan wilayahnya.
Dalam pernyataan resmi, Saudi menyebut para diplomat Iran dinyatakan persona non grata karena situasi keamanan yang memburuk.
“Serangan yang terus berlangsung dari Iran memaksa kami mengambil langkah tegas, dan tindakan ini akan berdampak pada hubungan saat ini maupun di masa depan,” kata Kementerian Luar Negeri Saudi.
Sejak perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel pecah, wilayah Saudi disebut menjadi sasaran ratusan rudal dan drone.
Sebagian besar berhasil dicegat, tetapi ancaman tetap tinggi.
Kementerian Pertahanan Saudi melaporkan deteksi rudal balistik di sekitar ibu kota.
“Satu rudal berhasil dicegat, sementara dua lainnya jatuh di area tak berpenghuni,” ujar juru bicara pertahanan dalam pernyataan resmi seperti dikutip dari Aljazeera.
Serangan tersebut meningkatkan ketegangan di kawasan Teluk dan memicu peringatan keras dari Menteri Luar Negeri Saudi, Faisal bin Farhan Al Saud.
Baca Juga: Internet Iran Lumpuh 23 Hari, Pemadaman Terpanjang dalam Sejarah
“Kepercayaan yang tersisa kini telah hancur sepenuhnya,” katanya setelah pertemuan para menteri luar negeri negara Teluk.
Ia menegaskan Saudi siap menggunakan semua cara untuk menghentikan serangan.
“Kami akan menggunakan semua alat yang kami miliki politik, ekonomi, diplomatik, dan lainnya untuk menghentikan serangan ini,” tegasnya.
Faisal juga menyinggung serangan yang terjadi saat pertemuan diplomatik berlangsung di Riyadh.
“Saya tidak melihat ini sebagai kebetulan. Ini sinyal jelas bagaimana Iran memandang diplomasi,” ujarnya.
“Iran mencoba menekan negara tetangganya, dan itu tidak akan berhasil.”
Berita Terkait
-
Internet Iran Lumpuh 23 Hari, Pemadaman Terpanjang dalam Sejarah
-
Mantan Direktur FBI Robert Mueller Tutup Usia, Donald Trump: Saya Senang Dia Mati!
-
Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Ultimatum Trump Picu Ancaman Balasan dari Teheran
-
Jangkauan Rudal Iran Tembus 4000 Km, AS dan Sekutnya Gemetar, Panas Dingin, Panik
-
Influencer Inggris Jadi Buzzer Pemerintah? Pamer Bikini Tutupi Realita Perang Iran
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas
-
3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar
-
Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat
-
Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS
-
Resmi! Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Siap Pilih Ketum PBNU dan Rais Aam
-
Listyo Sigit Buka Suara soal Rekomendasi Calon Kapolri Harus Punya Sisa Masa Dinas 2-3 Tahun
-
Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Muncul di Dakwaan Korupsi, Menkeu: Tak Dinonaktifkan
-
Gus Ipul Bantah Tahan SK Jelang Muktamar PBNU: Itu Kabar Menyesatkan
-
Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam
-
Hakim Nur Sari Semprot Dirjen Binwasnaker Fahrurozi: Saudara Lahir di Kemnaker, Masa Tidak Tahu?