Pemerintah Arab Saudi memerintahkan atase militer Iran beserta empat staf kedutaan meninggalkan wilayah kerajaan dalam waktu 24 jam. [Aljazeera]
Baca 10 detik
- Arab Saudi mengusir atase militer Iran dan empat staf kedutaan dalam 24 jam karena serangan berulang.
- Langkah diplomatik ini diambil akibat memburuknya situasi keamanan setelah rudal dan drone Iran menyerang Saudi.
- Menteri Luar Negeri Saudi mengancam menggunakan segala cara politik dan ekonomi untuk menghentikan tekanan Iran.
Ketegangan ini terjadi meski kedua negara sempat memulihkan hubungan diplomatik pada 2023 setelah bertahun-tahun bermusuhan.
Konflik terbaru bahkan mengganggu ekspor minyak dan gas di Timur Tengah serta memicu kekhawatiran krisis energi global.
Laporan terbaru juga menyebut Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, terus berkomunikasi dengan Presiden AS, Donald Trump, selama konflik berlangsung.
Menurut sumber diplomatik seperti dilansir dari Times of Israel, Mohammed bin Salman mendorong Washington bersikap keras terhadap Teheran.
Pesan yang disampaikan disebut mengulang nasihat lama Raja Abdullah kepada Amerika Serikat, yakni memotong kepala ular untuk menghentikan ancaman Iran.
Kontributor: M.Faqih
Komentar
Berita Terkait
-
Internet Iran Lumpuh 23 Hari, Pemadaman Terpanjang dalam Sejarah
-
Mantan Direktur FBI Robert Mueller Tutup Usia, Donald Trump: Saya Senang Dia Mati!
-
Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Ultimatum Trump Picu Ancaman Balasan dari Teheran
-
Jangkauan Rudal Iran Tembus 4000 Km, AS dan Sekutnya Gemetar, Panas Dingin, Panik
-
Influencer Inggris Jadi Buzzer Pemerintah? Pamer Bikini Tutupi Realita Perang Iran
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kapolri Minta Jajaran Polri Perkuat Sinergi dengan APH Hadapi Dinamika Global
-
Viral Aksi Bejat Pria Rekam Rok Penumpang dari Kolong Peron Stasiun Kebayoran, Polisi Buru Pelaku
-
Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut
-
Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP
-
Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan
-
Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus
-
Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?
-
Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas