- Pemadaman internet di Iran telah berlangsung lebih dari 528 jam, menjadikannya *shutdown* terpanjang dalam sejarah negara tersebut.
- Gangguan konektivitas ini mengisolasi warga Iran dari komunikasi internasional serta berdampak signifikan pada sektor ekonomi digital.
- Penyebab pasti dan durasi pemulihan jaringan internet di Iran hingga kini masih belum ada kejelasan.
Suara.com - Pemadaman internet di Iran telah memasuki hari ke-23 atau lebih dari 528 jam tanpa akses penuh ke jaringan global.
Kelompok pemantau internet NetBlocks menyebut gangguan ini sebagai shutdown terpanjang yang pernah terjadi di negara tersebut.
NetBlocks menyatakan sebagian besar warga Iran kini terisolasi dari komunikasi internasional dan layanan digital.
“Pemadaman ini menjadi gangguan internet terlama dalam sejarah Iran dan berdampak besar pada akses media sosial serta layanan online,” kata NetBlocks dalam laporannya seperti dilansir dari iranintl.
Hingga kini belum ada kejelasan penyebab maupun kapan jaringan akan kembali normal.
“Durasi pemulihan penuh belum dapat dipastikan, dan gangguan masih memengaruhi konektivitas nasional,” tulis lembaga pemantau tersebut.
Dampak ekonomi diperkirakan sangat besar, terutama bagi sektor bisnis digital dan perdagangan online.
NetBlocks menggunakan alat pemantau bernama COST untuk menghitung kerugian akibat shutdown internet.
“Gangguan berkepanjangan biasanya berdampak pada produktivitas, layanan publik, dan aktivitas perdagangan digital,” jelas NetBlocks.
Baca Juga: Jarang Diekspos Media Barat, Berapa Korban dari Israel pada Serangan Balik Iran?
Pengalaman dari negara lain menunjukkan kerugian bisa mencapai jutaan dolar per hari saat internet diputus.
Shutdown di beberapa negara saat kerusuhan politik sebelumnya menyebabkan aktivitas e-commerce berhenti dan investasi asing tertunda.
Selain kerugian ekonomi, pemadaman panjang juga memicu kekhawatiran soal stabilitas infrastruktur digital Iran.
“Pemutusan jaringan dalam waktu lama dapat menghambat akses ke pasar global dan melemahkan kepercayaan investor,” kata laporan tersebut.
NetBlocks menilai pemantauan jaringan global kini semakin penting untuk mengukur dampak kebijakan semacam ini.
“Data dari Internet Observatory membantu pembuat kebijakan memahami risiko dan pentingnya konektivitas yang stabil,” tulis mereka.
Berita Terkait
-
Jarang Diekspos Media Barat, Berapa Korban dari Israel pada Serangan Balik Iran?
-
Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Ultimatum Trump Picu Ancaman Balasan dari Teheran
-
Jangkauan Rudal Iran Tembus 4000 Km, AS dan Sekutnya Gemetar, Panas Dingin, Panik
-
Influencer Inggris Jadi Buzzer Pemerintah? Pamer Bikini Tutupi Realita Perang Iran
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara