- Presiden Prabowo menegaskan keterbukaan investasi AS harus sesuai kepentingan nasional dan aturan berlaku.
- Investasi mineral kritis harus mengikuti harga pasar internasional dan mematuhi ketentuan pemerintah Indonesia.
- Prinsip hilirisasi diutamakan; ekspor bahan mentah tanpa pengolahan di dalam negeri tidak diizinkan.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan keterbukaan terhadap kerja sama investasi dengan Amerika Serikat (AS) tetap berada dalam koridor kepentingan nasional.
Prabowo menekankan, meskipun terdapat pembahasan terkait perjanjian tarif dengan AS, seluruh investasi yang masuk ke Indonesia wajib mengikuti aturan yang berlaku, terutama dalam pengelolaan sumber daya alam.
Melalui pernyataannya, Prabowo menyoroti pentingnya penerapan harga pasar internasional dalam pengelolaan mineral kritis.
Kepala negara menegaskan bahwa Indonesia tidak menutup akses bagi pihak asing, selama mereka mematuhi ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
“Soal critical mineral. Saya sudah katakan, kita terbuka. But everything at market price. At economic price,” kata Prabowo dalam wawacara yang dikutip, Minggu (22/3/2026).
Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa keterlibatan pihak asing dalam sektor pertambangan bukan hal baru.
Prabowo menegaskan pemerintah telah lama memberikan izin, seperti yang terjadi pada Freeport yang kini menjadi salah satu penyumbang pendapatan besar bagi negara.
“Jadi kalau dia mau ikut (aturan), kita izin kan mereka mining di Freeport. Sudah berapa puluh tahun. Freeport sekarang menghasilkan salah satu revenue kita yang paling besar. Kita izin kan,” kata Prabowo.
Utamakan Hilirisasi
Baca Juga: Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar
Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa prinsip hilirisasi tetap menjadi syarat utama. Indonesia tidak mengizinkan ekspor bahan mentah tanpa proses pengolahan di dalam negeri.
“Bahan mentah, kita minta di processing. Kalau dia mau mining dan proses di sini, tetap dong,” ujar Prabowo.
Ia juga kembali menekankan bahwa mineral kritis merupakan komoditas yang harus memberikan nilai ekonomi maksimal bagi Indonesia.
“Critical mineral itu is a commodity. If they pay international market price, mau dia yang main atau kita yang main, we get the economic value. Yang penting kita kasih access,” kata Prabowo.
Dengan demikian, investasi asing tetap terbuka, tetapi harus tunduk pada aturan nasional dan mendukung hilirisasi.
Tag
Berita Terkait
-
Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar
-
Presiden Prabowo Tegas! Jenderal Pun Bisa Disikat Jika Tak Sejalan Reformasi TNI-Polri
-
Prabowo Bantah Keras! Indonesia Tak Pernah Janji Setor USD 1 Miliar ke Dewan Buatan Trump
-
Suasana Lebaran di Istana, Senyum Tipis Iriana Jokowi Foto Bareng Presiden Prabowo
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal