- Kontak tembak di Kampung Sori, Maybrat, pada 22 Maret pagi menyebabkan dua prajurit TNI AL gugur.
- Selain korban jiwa, satu prajurit kritis dan KKB dilaporkan berhasil merampas dua pucuk senjata api.
- Gubernur Papua Barat Daya memberikan dukungan moril sekaligus menekankan perlunya koordinasi keamanan lintas sektor.
“Kami hadir untuk memberikan doa dan dukungan kepada keluarga kedua prajurit yang gugur,” ujarnya.
Lebih lanjut, Elisa Kambu menyoroti eskalasi kekerasan yang belakangan ini kerap terjadi di beberapa titik di wilayahnya.
Ia menyatakan keprihatinan mendalam atas hilangnya nyawa manusia dalam konflik yang terus berlanjut.
Menurutnya, segala bentuk tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun karena hanya akan meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan menghambat pembangunan di Papua.
“Ke depan kita berharap tidak ada lagi tindakan seperti ini yang sampai merenggut nyawa manusia,” katanya.
Gubernur juga memaparkan bahwa insiden serupa tidak hanya terjadi di Maybrat, tetapi juga sempat pecah di wilayah Kabupaten Tambrauw dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi ini menunjukkan adanya pola gangguan keamanan yang perlu diantisipasi secara serius melalui koordinasi lintas sektor antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah.
Stabilitas keamanan menjadi syarat mutlak agar roda pemerintahan dan aktivitas ekonomi masyarakat di Papua Barat Daya dapat berjalan normal.
Dalam pandangan Gubernur, diperlukan penguatan konsolidasi untuk menjaga keamanan wilayah.
Baca Juga: Perantau Bangka Belitung Bahagia Mudik Gratis Pakai Kapal Perang TNI AL
Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak menutup mata dan berperan aktif dalam menjaga lingkungan mereka dari pengaruh kelompok-kelompok yang ingin mengacaukan situasi keamanan.
“Kewajiban kita adalah memastikan masyarakat ikut berpartisipasi dalam menciptakan kondisi yang aman di wilayah ini,” ujarnya.
Hingga saat ini, aparat keamanan gabungan dilaporkan masih melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku yang melarikan diri ke arah hutan usai melakukan penyerangan dan perampasan senjata.
Penjagaan di titik-titik rawan di Distrik Aifat Selatan dan sekitarnya juga diperketat guna mencegah adanya serangan susulan serta untuk memberikan rasa aman bagi warga setempat yang merasa khawatir pasca-insiden kontak tembak tersebut.
Berita Terkait
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Perantau Bangka Belitung Bahagia Mudik Gratis Pakai Kapal Perang TNI AL
-
Viral Kepanikan Massal di Pantai Florida! Dikira Rentetan Tembakan Ternyata Hanya Suara Ini
-
Anak-anak Papua Antusias Sambut Speed Boat Pengantar Makan Bergizi Gratis di Danau Sentani
-
Kecam Kekejian kepada Warga Sipil, Tokoh Muda Serukan Evaluasi Pendekatan Penanganan Papua
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI