- Lonjakan konflik di Selat Hormuz mengganggu distribusi energi global, mengakibatkan harga minyak dan gas melonjak tajam.
- Krisis ini memperkuat seruan untuk transisi energi bersih, meskipun para ahli menilai penggantian fosil membutuhkan waktu.
- Negara dengan diversifikasi energi dan adopsi kendaraan listrik lebih tinggi menunjukkan ketahanan lebih baik terhadap guncangan pasokan.
Kendaraan listrik dinilai sebagai harapan jangka menengah, namun keterbatasan infrastruktur dan harga masih menjadi hambatan di banyak negara.
Di sisi lain, sektor seperti penerbangan dan pelayaran masih belum memiliki alternatif yang siap digunakan secara luas. Tara Narayanan dari BloombergNEF menegaskan bahwa elektrifikasi bukan solusi untuk semua sektor.
“Tidak ada pengganti yang mudah untuk penggunaan minyak saat ini. Kendaraan listrik dan biofuel adalah solusi jangka menengah, bukan jawaban cepat di tengah krisis,” ujarnya.
Krisis ini juga memperlihatkan dampak nyata di negara-negara berkembang, khususnya di Asia yang sangat bergantung pada impor energi dari Timur Tengah. Kekurangan LPG di India, misalnya, menyebabkan ribuan restoran tutup. Sementara di Bangladesh dan Pakistan, pembatasan bahan bakar memaksa penutupan sekolah dan kantor, bahkan memicu konflik sosial.
Meski begitu, sejumlah solusi mulai terlihat. Purva Jain dari Institute for Energy Economics and Financial Analysis menyebut bahwa alternatif seperti kompor induksi sebenarnya sudah lebih murah dibandingkan LPG.
“Opsi itu ada. Mungkin yang dibutuhkan adalah percepatan implementasi,” katanya.
Di tengah situasi ini, negara dengan diversifikasi energi yang lebih baik terlihat lebih tahan. China, misalnya, dinilai lebih siap menghadapi guncangan karena kombinasi cadangan strategis dan percepatan adopsi kendaraan listrik.
Lebih dari separuh mobil baru yang terjual di negara tersebut pada tahun lalu adalah kendaraan listrik.
Meski demikian, transisi energi juga bukan tanpa risiko. Peter Osbaldstone dari Wood Mackenzie mengingatkan bahwa peralihan ke energi bersih tidak otomatis membuat sistem energi lebih tahan terhadap krisis.
Baca Juga: Minyak Dunia Memanas: Brent Tembus USD 112 di Tengah Eskalasi Perang Iran-AS
“Kita mungkin hanya menukar satu kerentanan dengan yang lain,” ujarnya.
“Namun semakin kecil ketergantungan pada minyak dan gas, semakin besar pula perlindungan dari guncangan global.”
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu
-
Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?
-
Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang
-
Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2
-
Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius
-
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal
-
Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari
-
Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu
-
Bak Bumi dan Langit! Sepanjang 2025, Kasus Korupsi di Singapura Hanya 68, Indonesia 439
-
Terkejut Dengar Kabar Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Rumah, Habiburokhman: Beliau Sahabat Saya