- Polda DIY memperpanjang operasional Tol Fungsional Jogja–Solo segmen Prambanan–Purwomartani hingga pukul 22.00 WIB.
- Kebijakan ini diambil pada Selasa (24/3/2026) untuk melancarkan arus balik dan mengurai kepadatan lalu lintas arteri.
- Perpanjangan jam operasional didukung penambahan sarana seperti lampu penerangan demi menjaga aspek keamanan pengguna jalan.
Suara.com - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) resmi mengambil langkah strategis untuk menghadapi puncak arus balik Lebaran 2026. Salah satu kebijakan utama yang diambil adalah memperpanjang durasi operasional jalur fungsional Tol Jogja–Solo segmen Prambanan–Purwomartani.
Kapolda DIY, Irjen Pol Anggoro Sukartono, menuturkan bahwa penyesuaian waktu operasional ini didasarkan pada hasil pantauan lapangan yang menunjukkan pergerakan kendaraan masih tinggi.
Adapun sejak dibuka pada 16 Maret 2026, GT Purwomartani hanya bisa dilewati mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.
"Mulai hari ini kita tingkatkan, kita perpanjang untuk penggunaannya mulai dari jam 06.00 pagi sampai dengan 22.00 WIB," kata Anggoro saat ditemui wartawan di Pos Teteg, Kota Yogyakarta, Selasa (24/3/2026).
Menurut Kapolda, kebijakan ini diterapkan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas yang keluar dari wilayah Yogyakarta agar tidak tertahan di jalur arteri.
"Karena ini akan membantu mengeluarkan kendaraan yang masuk ke Daerah Istimewa Yogyakarta," ucapnya.
Anggoro memastikan bahwa aspek keamanan tetap menjadi prioritas meskipun jam operasional ditambah hingga pukul 22.00 WIB.
Oleh karena itu, kebijakan perpanjangan ini akan didukung dengan penambahan sarana dan prasarana di sepanjang jalur fungsional tersebut.
"Mulai hari ini kita coba kerja sama dengan Jasa Marga, sarana prasarana sedang dilengkapi seperti lampu penerangan," lanjutnya.
Baca Juga: Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps
Berdasarkan data terbaru Back Office Smart Province DIY per 24 Maret 2026, arus kendaraan yang masuk melalui entrance Purwomartani menunjukkan tren peningkatan signifikan sejak pagi hari.
Puncak arus masuk (peak hour) tercatat terjadi pada pukul 13.00–14.00 WIB dengan total 1.899 kendaraan dalam satu jam. Secara akumulatif hingga pukul 18.00 WIB, sebanyak 16.527 kendaraan telah memasuki jalur fungsional melalui gerbang tersebut.
Sementara itu, Humas PT Jasamarga Jogja–Solo, Rachmat Jesiman, turut membenarkan kebijakan tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa instruksi perpanjangan waktu operasional tol fungsional Prambanan–Purwomartani hingga pukul 22.00 WIB ini merupakan arahan langsung dari pimpinan kepolisian guna mengurai kepadatan di jalur utama Solo–Jogja.
"Informasi yang saya terima tadi bahwa betul ada arahan dari Kapolri melalui video call dengan Kapolda DIY, yang meminta agar di Purwomartani di-standby-kan sampai dengan pukul 22.00 untuk mengurai kepadatan di jalur arteri Jalan Solo–Jogja," kata Rachmat.
Terkait kesiapan infrastruktur untuk mendukung operasional malam hari, Rachmat memastikan pihaknya telah menyiagakan perlengkapan pengamanan dan penerangan tambahan di sepanjang jalur fungsional.
Berita Terkait
-
Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps
-
Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup
-
Andalkan Google Maps, Pemudik Arus Balik Malah Nyasar ke Jalan Sawah Menuju Tol Jogja-Solo
-
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Hari Ini, One Way Nasional Diberlakukan
-
Arus Balik Lebaran Semakin Padat di Terminal Kampung Rambutan
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah
-
Jemaah Haji RI Meninggal Dunia 20 Orang, Mayoritas karena Gangguan Jantung dan Paru
-
Uang Miliaran Rupiah hingga Puluhan Juta Dong Vietnam Disita dari Sarang Judol Hayam Wuruk