-
Rudal Iran menghantam Bnei Brak dan melukai 12 orang di Israel tengah.
-
Korban meliputi enam anak-anak dan warga yang terkena serpihan peluru tajam.
-
Serangan menyebabkan kerusakan bangunan apartemen yang sangat parah di kawasan pemukiman.
Suara.com - Situasi keamanan di kawasan pusat Israel mendadak mencekam akibat hantaman rudal kiamat proyektil jarak jauh dari wilayah Iran.
Kota Bnei Brak yang lokasinya berdekatan dengan pusat ekonomi Tel Aviv menjadi titik jatuhnya material peledak tersebut.
Layanan penyelamatan medis melaporkan adanya belasan warga sipil yang membutuhkan penanganan darurat pasca ledakan hebat itu.
Tim evakuasi bergerak cepat menuju lokasi kejadian guna meminimalisir jumlah fatalitas akibat serangan mendadak tersebut.
Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa setidaknya 12 orang mengalami luka-luka di berbagai titik pusat negara.
Lembaga kemanusiaan Magen David Adom atau MDA segera mengerahkan personel ke titik-titik terdampak di Bnei Brak.
Petugas medis di lapangan memberikan bantuan awal kepada sembilan orang yang terjebak di area pemukiman tersebut.
Setelah mendapatkan tindakan pertama, para korban langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk perawatan intensif.
Data medis menunjukkan bahwa salah satu korban merupakan seorang pemuda yang mengalami luka cukup serius.
Baca Juga: Bukan Rudal Iran, Anak Benjamin Netanyahu Jadi Target Pembunuhan Warga AS
MDA melaporkan kondisi salah satu korban yaitu, "seorang pria berusia 23 tahun dalam kondisi sedang dengan luka akibat pecahan peluru di perut dan kepala."
Selain korban dewasa, serangan ini menyisakan trauma mendalam bagi warga usia muda di sekitar lokasi.
Data terbaru menyebutkan terdapat "delapan orang dalam kondisi ringan, termasuk enam anak-anak."
Kawasan pemukiman yang seharusnya aman kini berubah menjadi zona penanganan darurat medis bagi balita dan remaja.
Ternyata dampak ledakan tidak hanya berhenti di satu titik kota saja menurut laporan tim penyelamat.
Pihak berwenang menambahkan informasi bahwa, "Tiga orang juga terluka di Givat Shmuel terdekat," kata MDA.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa
-
Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut
-
Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang
-
Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19
-
Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps
-
Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli
-
Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir
-
Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran