-
Mohammad Bagher Ghalibaf disebut Donald Trump sebagai sosok kunci dalam negosiasi perdamaian Iran.
-
Ketua Parlemen Iran secara tegas membantah adanya pembicaraan diplomatis resmi dengan pihak Amerika.
-
Ghalibaf menuding isu negosiasi sengaja disebar untuk memanipulasi pasar minyak dan keuangan global.
Ghalibaf sering kali dikategorikan sebagai politisi dari kelompok garis keras yang memiliki prinsip sangat teguh.
Walaupun media Amerika Serikat gencar memberitakan namanya, pihak internal Teheran memberikan pernyataan yang jauh berbeda.
Tokoh senior ini secara tegas memberikan klarifikasi bahwa sebenarnya komunikasi resmi dengan pihak Amerika belum terjadi.
Bahkan ia sempat melontarkan kritik pedas melalui media sosial terkait strategi perang yang diterapkan oleh Donald Trump.
Respon keras ini menunjukkan adanya dinamika yang sangat kompleks di balik meja perundingan yang tengah dibicarakan dunia.
Laporan dari AFP mengonfirmasi bahwa Ghalibaf secara terbuka menepis klaim adanya dialog khusus dengan pihak Gedung Putih.
Pernyataan ini muncul tepat setelah Donald Trump mengklaim bahwa proses pembicaraan antar kedua negara sedang berlangsung intensif.
Ghalibaf merasa perlu meluruskan informasi tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman yang meluas di mata masyarakat global.
Ia menggunakan platform media sosial X untuk menyuarakan keberatan serta memberikan fakta versi pemerintahannya secara langsung.
Baca Juga: Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
Ketegasan ini diambil untuk menjaga stabilitas internal di tengah tekanan ekonomi dan ancaman militer yang terus membayangi.
Melalui unggahannya, ia menekankan bahwa kabar yang beredar luas di media asing hanyalah sebuah manipulasi belaka.
"Tidak ada negosiasi yang dilakukan dengan AS, dan berita palsu digunakan untuk memanipulasi pasar keuangan dan minyak serta menghindari jebakan yang menjebak AS dan Israel," kata Ghalibaf dalam sebuah unggahan di X.
Kutipan tersebut menjadi penegas bahwa posisi Iran saat ini masih sangat berhati-hati dalam merespon sinyal dari Washington.
Ia menuding ada agenda tersembunyi di balik penyebaran informasi negosiasi yang dianggapnya tidak berdasar pada realitas.
Tujuannya adalah untuk menjaga kedaulatan negara dari intervensi yang mungkin merugikan sektor ekonomi krusial seperti minyak bumi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar
-
Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah